Turunkan Kasus Stunting, BSI Bengkulu Jadi BAAS

oleh -371 Dilihat
Kepala BKKBN Bengkulu, Rusman Effendi foto bersama Area Manager PT BSI Tbk Area Bengkulu, Hijazi disaksikan Branch Manager BSI Cabang Bengkulu, Arry Darmawan dan sejumlah pejabat dilingkup Kantor BKKBN Bengkulu seusai penandatangan naskah kerja sama dibidang penurunan kasus stunting di daerah ini.(Foto HB/Idris)
Kepala BKKBN Bengkulu, Rusman Effendi foto bersama Area Manager PT BSI Tbk Area Bengkulu, Hijazi disaksikan Branch Manager BSI Cabang Bengkulu, Arry Darmawan dan sejumlah pejabat dilingkup Kantor BKKBN Bengkulu seusai penandatangan naskah kerja sama dibidang penurunan kasus stunting di daerah ini.(Foto HB/Idris)

Bengkulu- Dalam upaya menurunkan kasus stunting di Bengkulu, Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Bengkulu, siap menjadi bapak asuh anak stunting (BAAS) di provinsi ini.

Kesiapan BSI menjadi BAAS di Bengkulu, sebagai implementasi dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan angka stunting dan sekaligus sebagai aksi konvergensinya dalam mengambil peran sebagai bapak asuh anak stunting di Provinsi Bengkulu.

Branch Manager BSI Cabang Bengkulu, Arry Darmawan menyatakan, pihaknya siap menjadi Bapak Asuh Anak Stunting (BAAS) di Bengkulu. Hal itu sesuai dengan program PT BSI, salah satunya program zakat, disalurkan melalui program Mitra Umat, Didik Umat, dan Simpati Umat”.

Kesiapan BSI menjadi BAAS di Bengkulu, ditandai dengan penandatanganan naskah kerja sama antara PT BSI dan Kantor Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) daerah ini, dalam pemanfaatan produk, jasa dan layanan perbankan dalam upaya mewujudkan program Bangga Kencana, bertempat di Aulah Balatbang BKKBN Bengkulu, Rabu, (3/8/2022).

Program BAAS BSI tersebut, kata Arry, akan menggunakan dana yang bersumber dari zakat perusahaan, sehingga diharapkan zakat perusahaan mampu memberikan manfaat seluas-luasnya bagi kemaslahatan masyarakat, khususnya dalam penanganan kasus stunting di Provinsi Bengkulu.

Sementara itu, Koordinator Bidang Advokasi dan Penggerakan Informasi (ADPIN) Weldi Suisno mengatakan, penanganan kasus stunting dilakukan bersama PT BSI sebagai bentuk nyata dari aksi konvergensi penanganan stunting.

PT BSI Cabang Bengkulu, salah satu perusahaan bergerak dibidang moneter, diharap dapat bekerja sama dalam banyak hal, di antaranya dalam bidang keuangan, sosial masyarakat terkait erat dengan program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana).

Kesediaan BSI menjadi BAAS, katanya merupakan langkah awal dari kerja sama bidang pembangunan kependudukan menuju keluarga mandiri dan sejahtera.

Dapur Dahsat

Terkait dengan peran dan tugas BKKBN dalam pembangunan kependudukan, BSI salah satu lembaga keuangan dinilai cukup berperan dalam pengentasan kemiskinan melalui program zakat.
Sedangan di BKKBN terdapat gerakan dapur sehat atasi stunting (dashat).

“Kita berharap BSI Cabang Bengkulu dapat hadir bersama dalam konvergensi stunting sebagai lembaga/instansi maupun perorangan bapak asuh anak stunting (BAAS) di daerah ini, sebagai wujud nyata gerakan gotong royong dalam penanganan kasus stunting dari sektor hulu,” ujar Weldi.

Dalam penanganan stunting secara multi pihak, BKKBN telah melaksanakan gerakan dapur sehat atasi stunting (dashat). Dashat sendiri telah mengembangkan produk lokal sebagai solusi makanan bergizi seimbang. Gerakan ini sejalan dan dapat dipadukan dengan program zakat BSI.

Perjanjian kerja sama PT BSI dan Kantor BKKBN Provinsi Bengkulu, ditandai penandatanganan naskah kerja sama antara Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Rusman Efendi dan Area Manager PT BSI Tbk Area Bengkulu, Hijazi disaksikan Branch Manager BSI Cabang Bengkulu, Arry Darmawan dan sejumlah pejabat dilingkup Kantor BKKBN Bengkulu.(rs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.