Stafsus Ketua DPD RI Cek Fakta Lapangan Soal Konflik PT ABS dan Petani Pino Raya

oleh -264 Dilihat
Stafsus Ketua DPD-RI, Brigjen Pol Esmed tengah melakukan pertemuan dengan pihak terkait untuk mendapat informasi akurat terkait kasus penembakan lima petani Pino Raya oleh petugas keamanan PT ABS beberapa hari lalu.(Foto/DPD-RI)
Stafsus Ketua DPD-RI, Brigjen Pol Esmed tengah melakukan pertemuan dengan pihak terkait untuk mendapat informasi akurat terkait kasus penembakan lima petani Pino Raya oleh petugas keamanan PT ABS beberapa hari lalu.(Foto/DPD-RI)

Bengkulu Selatan-Konflik antara warga Pino dan PT Agro Bengkulu Selatan (ABS) kembali memanas setelah insiden penembakan terhadap lima orang petani warga Kecamatan Pino Raya, Kabupaten Bengkulu Selatan, Provinsi Bengkulu.

Menyikapi laporan dari masyarakat, Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin bergerak cepat dengan menugaskan Staf Khususnya, Brigjen Pol (Purn) Esmed Eryani, untuk turun langsung melakukan pengecekan dan mengumpulkan informasi objektif di lapangan terkait kejadian penembakan tersebut.

Sebagai putra daerah Bengkulu Selatan, Brigjen Pol Esmed langsung mendatangi Polres Bengkulu Selatan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkulu Selatan, dan manajemen PT ABS untuk mendapatkan klarifikasi awal terkait kronologi dan kondisi terakhir di lokasi kejadian.

Dalam keterangannya kepada media, Rabu (26/11/2025), Esmed menjelaskan, penugasannya ke Bengkulu Selatan dilakukan atas instruksi langsung Ketua DPD RI. Sultan B. Najamudin ingin memastikan bahwa seluruh proses penanganan konflik berjalan transparan dan berpihak pada keamanan masyarakat.

“Ketua DPD RI memerintahkan saya untuk melihat sendiri kondisi di lapangan, agar kita mendapatkan fakta objektif mengenai konflik antara petani dan perusahaan sawit yang belakangan menimbulkan korban,” ujar Esmed.

Ia menambahkan, dirinya juga diminta untuk berkoordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bengkulu Selatan. Tujuannya agar DPD RI dapat turut membantu menjaga stabilitas keamanan dan mendorong penyelesaian damai.

“Beliau menegaskan pentingnya seluruh pihak menjaga situasi tetap kondusif. DPD RI siap berperan sebagai mediator jika diperlukan,” tambahnya.

Esmed menegaskan, perhatian DPD RI terhadap peristiwa ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam setiap konflik agraria yang berdampak pada keselamatan dan kesejahteraan masyarakat. “Negara tidak boleh abai ketika rakyat menjadi korban dalam sengketa lahan yang melibatkan perusahaan besar,” tambah Esmed.

Terkait adanya korban dalam insiden penembakan tersebut, Esmed menyampaikan, Ketua DPD RI meminta aparat penegak hukum menindaklanjuti kasus ini secara serius. “Jika memang ada unsur perbuatan melawan hukum, apalagi sampai menimbulkan korban, maka proses hukum harus berjalan secara transparan dan tuntas. Tidak boleh ada yang ditutupi,” ujarnya.

Di sisi lain, DPD RI melalui Brigjen Pol Esmed mengimbau seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog. Musyawarah dinilai sebagai jalan terbaik untuk menghasilkan solusi yang adil dan tidak merugikan masyarakat.

“Ketua DPD RI berpesan agar semua pihak duduk bersama dengan kepala dingin. Konflik seperti ini hanya bisa selesai melalui komunikasi yang sehat dan solusi yang mengutamakan kepentingan rakyat,” tutup Esmed.

DPD RI memastikan akan terus memantau perkembangan kasus ini dan siap memfasilitasi pertemuan antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan demi terciptanya penyelesaian yang damai dan berkeadilan.

Esmed mengungkapkan bahwa dirinya telah menjenguk korban atas Buyung yang menjadi korban paling parah dan sedang dirawat di RS. M Yunus Bengkulu untuk memastikan kondisi korban.

“Kita sudah cek ke rumah sakit kemaren para korban tengah menjalani operasi luka tembakan,” terang Esmed seraya menambahkan, selanjutnya dirinya beserta rombongan langsung berkoordinasi dengan pihak Polres Bengkulu Selatan untuk mendengarkan paparan, dipimpin Wakapolres Bengkulu Selatan, dan berlanjut dengan Pemkab Bengkulu Selatan, diterima Plt Sekda setempat.

Untuk selanjutkan mendatangi pihak perusahaan PT ABS.”Kita ingin dapat gambaran utuh, termasuk akar masalah agar tidak salah dalam menelurkan solusi,” tegasnya usai mengikuti rapat dengan Forkopinda yang dipimpin Wakapolda Bengkulu, Brigjen Pol Diky Sondani, dihadiri Bupati Bengkulu Selatan, Rivai Tajudin, dan Kodim Bengkulu Selatan.

Sumber   :  DPD-RI

Editor      :  Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.