Bengkulu – Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Bengkulu terus berupaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, termasuk di kalangan jurnalis. Salah satunya melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal yang diikuti puluhan wartawan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu dengan tema “Merdeka Finansial Melalui Pasar Modal”.
Kepala BEI Bengkulu, Marina, mengatakan sinergi antara BEI dan wartawan di Bengkulu selama ini telah terjalin dengan baik. Komunikasi yang intens diharapkan mampu membantu penyebaran informasi pasar modal yang akurat, luas, dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Menurut Marina, tugas BEI tidak hanya memperkenalkan pasar modal, tetapi juga mengedukasi perusahaan-perusahaan lokal yang membutuhkan tambahan permodalan agar dapat melantai di bursa atau go public. Melalui pasar modal, perusahaan berpeluang memperoleh pendanaan lebih besar sekaligus meningkatkan transparansi serta tata kelola usaha.
“BEI berfungsi sebagai penyelenggara perdagangan efek, sedangkan pengawasan dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Karena itu, masyarakat yang ingin berinvestasi saham harus melalui jalur resmi agar terhindar dari investasi ilegal,” ujar Marina.
Ia juga menekankan pentingnya perencanaan keuangan sejak dini. Dalam kehidupan, setiap orang akan menghadapi berbagai risiko, seperti sakit kritis, kehilangan pekerjaan, hingga risiko meninggal dunia di usia produktif. Investasi dinilai menjadi salah satu solusi untuk menghadapi ketidakpastian masa depan.
“Inflasi membuat nilai uang terus tergerus. Jika tidak diinvestasikan, daya beli akan semakin menurun,” jelasnya. di Bengkulu, Senin (2/2/2026).
Marina menambahkan, investasi jangka panjang memungkinkan uang bekerja secara optimal. Berbagai instrumen investasi tersedia, mulai dari emas, tanah, kebun, hingga saham. Namun, saham dinilai lebih likuid karena dapat diperjualbelikan kapan saja selama jam perdagangan bursa.
“Saham merupakan instrumen yang fleksibel dan cocok bagi investor pemula untuk belajar berinvestasi,” katanya.
Melalui kegiatan Sekolah Pasar Modal ini, para wartawan tidak hanya memperoleh pemahaman teori, tetapi juga diberi kesempatan membuka rekening efek dan mencoba investasi saham secara legal.
Diharapkan, wartawan dapat menjadi agen literasi keuangan yang menyebarkan edukasi investasi kepada masyarakat.
Ketua Hari Pers Nasional (HPN) Provinsi Bengkulu, H. Syah Bandar, mengapresiasi inisiatif BEI Bengkulu tersebut. Ia menilai masih banyak wartawan yang belum memahami investasi dan pasar modal secara menyeluruh. “Pemahaman ini penting, tidak hanya untuk kebutuhan pribadi, tetapi juga untuk mendukung kualitas pemberitaan,” ujarnya.
Ia berharap kerja sama antara PWI dan BEI Bengkulu dapat terus berlanjut karena manfaatnya dirasakan tidak hanya oleh wartawan, tetapi juga masyarakat luas.
Editor : Usmin









