Sekdaprov Herwan Antoni Sidak RSUD M Yunus, Temukan Sejumlah Tumpukan Sampah, WC Kotor dan Pelayanan Padat

oleh -121 Dilihat
Sekdaprov Bengkulu, Herwan Antoni dan Asisten I, Khairil Anwar mengunjungi salah seorang pasien yang menjalani rawat inap ketika melakukan sidak ke RSUd Yunus Bengkulu, Rabu 11 Maret 2026.Foto/Ist)
Sekdaprov Bengkulu, Herwan Antoni dan Asisten I, Khairil Anwar mengunjungi salah seorang pasien yang menjalani rawat inap ketika melakukan sidak ke RSUd Yunus Bengkulu, Rabu 11 Maret 2026.Foto/Ist)

Bengkulu- Sekretaris daerah (Sekda) Provinsi Bengkulu, Herewan Antoni melakukan sidak ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) M Yunus Bengkulu, untuk memastikan pelayanan kesehatan di rumah sakit rujukan ini berjalan baik.

Dalam sidak tersebut, Herwan Antoni menemukan terjadi penumpukan pelayanan di satu titik, sehingga membuat para pengunjung menjadi tidak nyaman. Selain itu, kebersihan di RSUD Yunus Bengkulu perlu dilakukan peningkatan, agar masyarakat berobat di rumah ini merasa nyaman dan senang.

Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Khusus RSUD M Yunus Bengkulu, memiliki tiga gedung yang baru selesai direnovasi, yakni ruang poli, ruang Irna Fatmawati, dan Pusat Jantung Terpadu (PJT). Dalam kunjungan tersebut, Herwan menyoroti sejumlah persoalan, terutama terkait kepadatan pelayanan di rumah sakit.

Menurutnya, antrean pelayanan masih menumpuk di satu titik sehingga membuat pengunjung merasa tidak nyaman. “Pelayanan sangat padat, menumpuk di satu titik. Sebelumnya Bapak Gubernur Helmi Hasan sudah menginstruksikan agar layanan dibuat nyaman, tetapi sampai saat ini permintaan Gubernur Helmi Hasan belum direspon Dirut RSUD Yunus Bengkulu.

“Tolong dikondisikan agar pelayanan tidak sepadat ini. Kasihan pengunjung merasa pengap. Masyarakat banyak mengeluhkan pelayanan di RSUD Yunus Bengkulu, tidak nyaman,” tambah mantan Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu ini.

Selain itu, ia juga menyoroti kondisi kebersihan dan beberapa fasilitas rumah sakit. Dalam peninjauan bersama Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Khairil Anwar, Herwan menemukan sejumlah titik yang dinilai kurang terawat, termasuk kamar mandi kotor dan ditemukan tumpukan sampah di sejumlah titik.

“Bagaimana bisa begini? Apakah tidak terlihat? Saya yang baru datang langsung melihat tumpukan sampah itu. Ini rumah sakit bukan pasar pagi, seharusnya bersih. Apalagi renovasinya sudah selesai,” berang Herwan kepada Direktur RSUD Bengkulu, M Yunus, Hery Kurniawan.

Sekda Herwan minta Direktur Dirut RSUD Yunus Bengkulu melakukan evaluasi terhadap pihak ketiga yang menangani kebersihan melalui sistem alih daya atau Outsourcing. Herwan dan rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi pasien yang tengah menjalani perawatan inap.

Kunjungan tersebut kemudian dilanjutkan dengan pertemuan bersama sejumlah pihak terkait, di antaranya manajemen RSUD dr. M. Yunus, Dinas Kesehatan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Badan Keuangan dan Aset Daerah, serta instansi lainnya.

Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai hal, mulai dari evaluasi manajemen rumah sakit, ketersediaan obat-obatan menjelang Idulfitri, penataan area parkir, hingga instruksi pembentukan dewan pengawas. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kinerja manajemen serta mutu pelayanan rumah sakit kepada masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Direktur UPTD Khusus RSUD M Yunus, Hery Kurniawan mengatakan, pihaknya akan meningkatkan pengawasan terhadap pelayanan dan kebersihan di seluruh unit rumah sakit umum Yunus Bengkulu.

“Baik, Pak Sekda, untuk kondisi rumah sakit, kami akan mengagendakan kunjungan ke setiap unit setiap minggu dan melakukan evaluasi secara berkala,” ujar Hery.

Dari pantaun dilapangan tingkat kebersihan di rumah sakit terbesar di Provinsi Bengkulu kurang berjalan baik dibanding beberapa rumah sakit swasta dan pemerintah yang ada di Bengkulu.

Paling banyak dikeluhan masyarakat yang pernah menjalani perawat inap jalan di RSUD Yunus Bengkulu, soal keberishan WC dan ketersedian air. Acap kali WC bau dan air sering mati. Selain itu, petugas yang ada di RSUD Yunus dinilai kurang rampah kepada setiap pengunjung.

Untuk menjadi RSUD yang besar dan disenangi masyarakat sebaiknya RSUD Yunus Bengkulu, mulai saat ini melakukan pembenahan besar-besar baik kebersihan, tingkat pelayanan maupun SDM. Jika hal ini tidak dilakukan pihak manajemen RSUD Yunus Bengkulu, maka rumah sakit ini bakal ditingglkan masyarakat.

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.