RS Pendidikan Unib Mulai Layani Warga Bengkulu 2027

oleh -30 Dilihat

Bengkulu— Rumah Sakit Pendidikan Universitas Bengkulu ditargetkan mulai beroperasi pada 2027. Saat ini, pembangunan gedung rumah sakit tersebut telah selesai dan tahapan berikutnya difokuskan pada pemenuhan alat kesehatan serta tenaga medis dan keperawatan.

Rektor Universitas Bengkulu (Unib) Indra Cahyadinata mengatakan, operasional rumah sakit masih menunggu seluruh kebutuhan pendukung tersebut terpenuhi. Pengadaan alat kesehatan menjadi salah satu tahapan penting sebelum rumah sakit dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kalau bangunan gedung RS Pendidikan Unib sudah dinyatakan selesai, tinggal mengisi kebutuhan alat kesehatan dan tenaga dokter serta perawat. Jika kebutuhan ini sudah terpenuhi, RS Pendidikan Unib bisa dioperasikan,” kata Indra dalam acara coffee morning bersama wartawan media daring, cetak, dan elektronik di Skopus Unib, Selasa (6/10/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Indra didampingi Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Wakil Rektor Bidang Keuangan, Kepala LPPM Unib Dedi Mulyadi, serta pejabat Humas Unib Agung.

Indra menjelaskan, pada tahap awal rumah sakit akan membuka tiga poliklinik layanan, termasuk unit gawat darurat (UGD). Pembukaan layanan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan ketersediaan tenaga medis dan paramedis.

Adapun kapasitas rawat inap yang disiapkan mencapai 120 tempat tidur, termasuk tempat tidur untuk layanan UGD.

“Total tempat tidur yang kita siapkan di RS Pendidikan Unib sebanyak 120 unit,” ujarnya.

Ketika ditanya mengenai kebutuhan anggaran untuk pengadaan alat kesehatan, Indra mengaku belum mengingat secara persis nilai yang diperlukan. Menurut dia, pemenuhan peralatan rumah sakit tersebut akan didukung negara donor, Arab Saudi.

“Dana pengadaan alat kesehatan di RS Pendidikan Unib semuanya akan disediakan oleh negara donor, Arab Saudi. Mereka membangun rumah sakit ini lengkap dengan gedung dan alat kesehatan sehingga siap beroperasi,” kata Indra.

Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia, Unib akan memanfaatkan lulusan bidang kedokteran dan keperawatan yang dimiliki universitas tersebut. Indra menilai ketersediaan tenaga kesehatan bukan menjadi persoalan karena Unib memiliki cukup banyak lulusan yang dapat diberdayakan.

“Kalau SDM untuk RS Pendidikan tidak jadi masalah karena lulusan kita cukup banyak,” ujarnya.

Indra berharap proses penyediaan alat kesehatan dan kebutuhan pendukung lainnya berjalan sesuai rencana sehingga rumah sakit dapat mulai beroperasi pada 2027.

Menurut dia, kehadiran RS Pendidikan Unib nantinya tidak hanya mendukung kegiatan pendidikan mahasiswa, tetapi juga memperluas akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bengkulu.

Rumah sakit tersebut akan menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan. Selain menunjang kebutuhan pendidikan mahasiswa kedokteran dan tenaga kesehatan, rumah sakit juga dirancang untuk melayani masyarakat umum di Provinsi Bengkulu.

 

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.