Bengkulu-Rektor Universitas Bengkulu (Unib), Prof Indra Cahyadinata dikukuhkan sebagai guru besar bersama lima prof lainnya dalam rapat Senat Paripurna Terbuka, dipimpin Ketua Senat Unib, Prof Herawan Sauni, bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Unib, Selasa (10/2/2026).
Pengukuhan dan pemasangan samir tanda kehormatan kepada Prof Indra Cahyadinata dilakukan langsung oleh Ketua Senat Universitas Bengkulu, Prof Herawan Sauni, selanjutnya, Prof Indra Cahyadinata selaku Rektor Unib mengukuhkan lima guru besar lainnya, didampingi Ketua Senat yang turut memasangkan samir kehormatan.
Rapat Senat Terbuka ini dipimpin Ketua Senat dan dihadiri oleh Sekretaris serta para anggota senat, jajaran Guru Besar Unib, unsur Forkopimda Provinsi Bengkulu seperti Kepala Kejaksaan Tinggi Bengkulu dan Danlanal Bengkulu, pimpinan perguruan tinggi mitra, mitra perbankan, serta ratusan keluarga dan kolega para profesor yang dikukuhkan.
Dalam kesempatan tersebut, Prof Indra Cahyadinata resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian. Lima Guru Besar lainnya yang turut dikukuhkan yakni: Prof Irnad, Guru Besar Bidang Sosial Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian (FP), Prof Rustikawati Guru Besar Bidang Pertanian Lahan Kering Fakultas Pertanian, dan Prof Wisma Yunita Guru Besar Bidang Pengajaran Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP),
Selanjutnya Prof Jose Rizal sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Matematika Terapan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), dan Prof Sugeng Suharto sebaghai Guru Besar Bidang Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip).
Dengan pengukuhan 6 guru besar ini, jumlah Guru Besar Universitas Bengkulu meningkat dari 83 menjadi 89 orang. Capaian tersebut tidak sekadar menambah angka, tetapi menjadi simbol bertambahnya kekuatan intelektual, kepakaran, serta tanggung jawab moral Unib dalam mendukung pembangunan bangsa dan daerah.
Rektor Unib Prof Indra Cahyadinata mengatakan, pengukuhan guru besar ini merupakan momen istimewa, tidak hanya bagi para profesor yang dikukuhkan, tetapi juga bagi Universitas Bengkulu dan masyarakat akademik secara keseluruhan.
“Atas nama pimpinan Universitas Bengkulu, saya menyampaikan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya kepada para profesor yang hari ini dikukuhkan. Gelar profesor bukanlah garis akhir, melainkan awal dari tanggung jawab akademik yang lebih besar,” ujarnya.
Prof. Indra mengutip pemikiran filsuf Socrates, “Hidup yang tidak diuji tidak layak untuk dijalani,” sebagai pengingat bahwa tugas akademisi—terlebih seorang profesor—adalah terus berpikir kritis, menelaah, dan mencari kebenaran demi kemajuan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan gaya ringan namun reflektif, Prof. Indra menambahkan bahwa beban akademik seorang dosen akan “naik level” setelah menjadi profesor.
“Jika dulu pusing karena revisi dari dosen pembimbing, sekarang pusingnya karena revisi dari reviewer jurnal internasional. Bedanya, dulu revisinya dua halaman, sekarang komentarnya bisa belasan halaman,” ujar Indra.
Ia menambahkan, gelar profesor bukan sekadar menambah gelar akademik, tetapi juga memperpanjang daftar tanggung jawab dan dedikasi. Guru besar adalah penjaga marwah keilmuan—seorang pengajar, peneliti, pemikir, sekaligus inspirator—yang perannya semakin strategis di tengah disrupsi teknologi, perkembangan kecerdasan buatan (AI), dan perubahan sosial yang cepat.
“Kita membutuhkan profesor yang tidak hanya produktif dalam publikasi ilmiah, tetapi juga hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Profesor yang manfaat ilmunya dirasakan oleh petani, guru, pelaku usaha, pemerintah daerah, dan masyarakat luas,” tegasnya.
Kepada para profesor yang baru dikukuhkan, Prof Indra menitipkan tiga pesan utama, yakni menjaga integritas, memperkuat kolaborasi, dan mewariskan inspirasi. “Profesor sejati tidak hanya menghasilkan karya, tetapi juga melahirkan generasi penerus yang lebih hebat,” katanya.
Ia berharap, tradisi akademik di Universitas Bengkulu terus tumbuh, tidak hanya dari sisi kuantitas Guru Besar, tetapi juga kualitas dan dampak nyata bagi masyarakat.
“Pengukuhan hari ini adalah bukti bahwa Universitas Bengkulu terus bergerak maju. Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjalanan akademik para profesor hingga mencapai jabatan tertinggi ini,” demikian Prof Indra.
Sumber : Humas Unib
Editor : Usmin










