Program Tiga Juta Rumah, Bengkulu Dapat Alokasi Program BSPS 1.172 Unit

oleh -11 Dilihat
Kepala Dinas Perkim Provinsi Bengkulu, Ersan Setiawan.(Foto/Dok)
Kepala Dinas Perkim Provinsi Bengkulu, Ersan Setiawan.(Foto/Dok)

Bengkulu- Provinsi Bengkulu pada tahun 2026 ini mendapat alokasi program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat sebanyak 1.172 unit tersebar di sejumlah wilayah di Bengkulu.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkim) Provinsi Bengkulu, Irsan Setiawan, di Bengkulu, Rabu (11/2/2026). Ia mengatakan, Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) tersebut merupakan bagian dari Program Tiga Juta Rumah pemerintah pusat.

“Kalau dibandingkan tahun 2025, jumlah ini meningkat hampir 10 kali lipat. Tahun lalu kuota BSPS Bengkulu hanya 121 unit, sementara tahun ini sudah 1.172 unit penerima manfaat,” ujar Irsan.

Penetapan tersebut alokasi ini, katanya belum termasuk Kabupaten Bengkulu Selatan dan Bengkulu Tengah yang masih dalam tahap penetapan oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KemenPKP). Jika kedua daerah tersebut masuk pada tahap berikutnya, total kuota Bengkulu berpotensi meningkat menjadi lebih dari 1.300 unit.

“Dalam audiensi kami bersama Gubernur Bengkulu di KemenPKP, Menteri menyampaikan komitmen minimal satu kabupaten mendapat 100 unit. Sekarang mulai terbukti, jika Bengkulu Selatan dan Bengkulu Tengah masuk tahap dua, kuota Bengkulu bisa bertambah 200 unit atau lebih,” ujarnya.

Irsan menambahkan, penetapan 1.172 unit tersebut berasal dari usulan sekitar 23 ribu data calon penerima yang disampaikan dan bersumber dari Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) desil 1 hingga desil 4. Saat ini, proses telah memasuki tahap verifikasi lapangan oleh Tenaga Fasilitator Lapangan (TFL).

“Verifikasi lapangan sudah mulai berjalan sejak awal pekan ini untuk memastikan kondisi rumah dan kelayakan penerima,” katanya.

Pelaksanaan pembangunan rumah BSPS tahap pertama ditargetkan mulai pada Maret mendatang. Program ini tidak berjalan satu tahun penuh, melainkan dibagi dalam beberapa tahap dan seluruhnya dilaksanakan dalam tahun anggaran 2026.

Untuk besaran bantuan, Irsan memastikan tidak mengalami perubahan. Setiap unit rumah menerima bantuan senilai Rp20 juta yang disalurkan melalui bank Himbara.

“Rinciannya Rp17,5 juta untuk bahan bangunan dan Rp2,5 juta untuk upah tukang. Bantuan ini bersifat stimulan, sehingga penerima diharapkan berpartisipasi secara swadaya dan gotong royong untuk menyelesaikan pembangunan rumah,” demikian Irsan.

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.