, ,

Presiden Prabowo Perkuat Kemandirian Pangan, Cadangan Beras Nasional Capai 5,3 Juta Ton

oleh -18 Dilihat

Tuban – Presiden Prabowo Subianto terus mendorong penguatan ketahanan dan kemandirian pangan nasional melalui berbagai langkah strategis. Salah satunya ditunjukkan dengan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri serta peluncuran operasional 166 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Tahun 2026 di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, agenda tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam memastikan ketahanan pangan nasional tetap kuat dan berkelanjutan.

Menurutnya, setelah Indonesia berhasil mencapai swasembada beras pada 2025, pemerintah kini fokus memperluas capaian tersebut pada komoditas strategis lainnya, termasuk jagung.

“Pemerintah terus bekerja keras memastikan pangan nasional kuat dan mandiri. Setelah swasembada beras, kini kita mengejar swasembada jagung serta komoditas pangan strategis lainnya,” ujar Prasetyo.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para petani di seluruh Indonesia atas kontribusi besar mereka dalam menjaga stabilitas pangan nasional.
“Keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak, terutama para petani Indonesia,” katanya.

Prasetyo mengungkapkan, cadangan beras pemerintah saat ini mencapai 5,3 juta ton yang tersimpan di gudang Bulog. Capaian tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam sejarah pengelolaan pangan nasional.

“Jumlah ini menunjukkan kondisi pangan nasional aman, terkendali, harga tetap terjangkau, bahkan Indonesia memiliki kemampuan membantu negara lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut sektor pertanian nasional terus menunjukkan perkembangan positif, termasuk ketersediaan pupuk yang saat ini dalam kondisi surplus.

Menurutnya, Indonesia bahkan mulai mengekspor pupuk ke sejumlah negara seperti Australia, Filipina, Brasil, dan India.
“Stok pupuk lebih dari cukup. Ini bukti gagasan besar Presiden dijalankan dengan baik dan memberi dampak nyata bagi sektor pertanian,” ujar Amran.

Ia menambahkan, Indonesia kini telah mencapai swasembada jagung untuk kebutuhan pakan, sementara harga pupuk dalam negeri juga turun hingga 20 persen sehingga semakin mendukung produktivitas petani.

“Selain swasembada beras, kita juga telah swasembada jagung untuk pakan. Penurunan harga pupuk menjadi dorongan besar bagi peningkatan produksi pertanian nasional,” pungkasnya.

 

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.