Penunjukan Plt Ketua DPD Golkar Kota Bengkulu Disorot, Pembekuan Pengurus Tuai Kritik

oleh -7 Dilihat

Bengkulu — Penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPD Partai Golkar Kota Bengkulu yang disertai pembekuan kepengurusan sebelumnya menuai kritik dari sejumlah kader senior. Kebijakan tersebut dinilai tidak mencerminkan prinsip keadilan serta berpotensi mengganggu soliditas internal partai.

Salah satu kader senior sekaligus mantan Sekretaris DPD Golkar Kota Bengkulu selama dua periode, Antonio Imanda, menyampaikan kekecewaannya terhadap langkah tersebut. Ia menilai, pergantian kepemimpinan seharusnya dilakukan secara elegan dan tetap berpedoman pada aturan partai.

“Jika memang ingin melakukan pergantian, silakan saja. Kami tidak memiliki kepentingan lagi. Namun, lakukan dengan cara yang baik dan sesuai aturan. Soliditas kader adalah yang utama, jangan menggunakan cara-cara yang tidak beradab,” ujarnya.

Antonio juga menyoroti adanya perlakuan yang dinilai tidak adil terhadap kader lama yang telah mengabdi puluhan tahun. Ia menyayangkan apabila kader berpengalaman justru disingkirkan, sementara kader baru mendapat posisi strategis.

“Kami sangat menyayangkan kader yang telah lama mengabdi justru tersingkir, sementara yang baru bergabung diberi posisi. Ini tentu melukai rasa keadilan,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mempertanyakan dasar pembekuan kepengurusan yang dinilai tidak memiliki alasan yang jelas. Menurutnya, selama ini kepengurusan yang dibekukan tetap patuh terhadap instruksi dan aturan partai.

“Kami tidak mengetahui dasar keputusan tersebut. Jika memang ada persetujuan dari DPP, seharusnya disampaikan secara terbuka. Sepanjang yang kami jalankan, tidak ada aturan partai yang kami langgar,” tegasnya.

Ia juga menilai kepengurusan yang ada seharusnya tetap diberi kesempatan untuk mengawal pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) secara bersih dan demokratis, tanpa intervensi.

“Kami bersama ketua tidak lagi memiliki kepentingan untuk mencalonkan diri. Namun, seharusnya kami diberi ruang untuk mengantarkan Musda secara demokratis. Siapa pun yang ingin maju, tidak perlu dibatasi,” jelasnya.

Antonio mengingatkan bahwa di tengah kondisi sulitnya mencari kader, langkah menyingkirkan kader yang sudah ada bukanlah keputusan yang bijak.
Sebagai informasi, Antonio Imanda telah menjadi kader Partai Golkar sejak tahun 2004 dan pernah menempati sejumlah posisi strategis, di antaranya:

Sekretaris DPD Golkar Kota Bengkulu selama dua periode (2015–sekarang)
Sekretaris Depidar SOKSI Provinsi Bengkulu
Sekretaris Dewan Etik KAHMI Wilayah Bengkulu hingga saat ini

 

Editor   :  Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.