Pemprov Bengkulu Bersama Kementerian LHK Tanam Pohon dalam Rangka Mitigasi Perubahan Iklim

oleh -110 Dilihat
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah foto bersama Staf Ahli Menteri LHK, Hudoyo (kedua dari kiri), Kepala Dinas LHK Bengkulu, Syafnizar (paling kiri), Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Ketahun, Sigit Haryadi (kedua diri) pada acara penanaman ratusan pohon buah dan kayu di Taman Hutan Raya (Tahura) Raja Lelo, Bengkulu.(Foto/Ist)
Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah foto bersama Staf Ahli Menteri LHK, Hudoyo (kedua dari kiri), Kepala Dinas LHK Bengkulu, Syafnizar (paling kiri), Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Ketahun, Sigit Haryadi (kedua diri) pada acara penanaman ratusan pohon buah dan kayu di Taman Hutan Raya (Tahura) Raja Lelo, Bengkulu.(Foto/Ist)

Bengkulu- Menjelang tutup tahun 2023, Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersya bersama Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutunan (LHK), BPDAS Ketahun Bengkulu, Forkopimda, Akademisi, pemerhati dan pencinta lingkungan, serta pihak terkait lainya di provinsi ini melakukan penanaman ratusan pohon buah dan kayu di kawasan Taman Hutan Rata Reja Lelo, Kota Bengkulu.

Penanaman pohon serentak se-Indonesia yang digagas Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan (KLHK) RI sebagai bagian dari upaya mitigasi perubahan iklim, pemulihan kualitas lingkungan hidup, dan percepatan rehabilitasi hutan dan lahan (RLH), sekaligus membangkitkan semangat, motivasi dan menggerakkan seluruh elemen masyarakat Indonesia untuk menanam dan memelihara pohon.

“Kita ingin tutupan lahan di Bengkulu bisa jadi lebih baik. Menurut data luasan hutan Bengkulu masih sekitar 42 persen lebih, tapi faktanya di lapangan tinggal sekitar 33 persen tutupan lahannya yang dalam kondisi baik,” kata Gubernur Bengkulu Rohidin pada acara penanam pohon buah dan kayu di kawasan Taman Hutan Raya Raja Lelo, Bengkulu, Sabtu (30/12/2023).

Ia mengatakan, kegiatan rehabilitasi lahan dan penanaman seperti ini diharapkan hutan Bengkulu kembali pulih. Karena secara nasional hutan Bengkulu berkontribusi 10 persen terhadap penyerapan emisi gas rumah kaca.

Hal senada diungkapkan Staf Menteri LHK, Hudoyo. Ia menjelaskan keberadaan pohon dan tutupan lahan yang baik akan meningkatkan daya dukung alam dalam mitigasi perubahan iklim, ketahanan pangan, energi dan kesejahteraan seluruh makhluk hidup.

“Saat ini, berbagai dampak perubahan iklim telah mulai dirasakan. Di antaranya keterlambatan musim tanam, terjadinya gagal panen, peningkatan wabah dan hama tanaman, hingga penurunan produktivitas tanaman,” ujarnya.

Selain itu, peningkatan tinggi permukaan air laut dan hilangnya daratan mengancam wilayah-wilayah kepulauan. Peningkatan kejadian bencana, terutama bencana hidrometeorologis dan ancaman kehilangan keanekaragaman hayati (biodiversity loss).

Oleh karena itu, kata Handoyo Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan berkomitmen untuk menurunkan emisi dari sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya melalui Indonesia’s FOLU Net Sink 2030.

Bersamaan dengan kegiatan penanaman dilakukan penyerahan SK Menteri LHK kepada 34 orang Green Ambassador Provinsi Bengkulu oleh Gubernur Rohidin Mersyah. Sebanyak 1.994 pelajar dari 1.068 sekolah yang ditetapkan sebagai Green Ambassador yang dipersiapkan sebagai generasi muda yang kreatif, produktif, inovatif dan berdedikasi untuk melestarikan lingkungan hidup dan kehutanan.

Green Ambassador diharapkan bergerak memulihkan lingkungan dan kehutanan dengan lebih masif, inklusif, dan inovatif, sehingga bumi dapat kembali pulih dan nyaman untuk ditinggali bagi semua makhluk hidup, demikian Hudoyo.(mc/min)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.