Pemkab Rejang Lebong Perkuat Kampung KB dan GenRe Menuju Keluarga Mandiri

oleh -162 Dilihat
Kepala Dinas P3APPKB Rejang Lebong, Sutan Alim saat memberikan sambutan pada acara pengukuhan duta GenRe tingkat desa dan kelurahan se-Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.(Foto HB/Idris)
Kepala Dinas P3APPKB Rejang Lebong, Sutan Alim saat memberikan sambutan pada acara pengukuhan duta GenRe tingkat desa dan kelurahan se-Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu.(Foto HB/Idris)

Bengkulu- Untuk mempercepat akselerasi menuju keluarga mandiri, sehat dan sejahtera atau keluarga berkualitas, Pemkab Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu melalui Dinas Pembedayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) setempat. Tahun ini (2023) kembali gencar menggerakkan program kampung keluarga berkualitas (KB) dan Generasi Berencana (GenRe).

Dikatakan kampung KB Dusun Sawah, Kecamatan Curup Utara, salah satu kampung mengembangkan beberapa kegiatan masyarakat, seperti pemberdayan ekonomi keluarga dan pemberdayaan lansia. Pemberdayaan ekonomi di kampung KB ini mengembangan usaha budi daya ikan kolam ikan lele sebagai bahan baku pangan lokal “abon lele”.

Pemberdayan keluarga lansia, pemerintah desa membentuk sekolah lansia yang melibatkan sebanyak 100 orang lansia, demikian Kepala Dinas P3APPKB Rejang Lebong Sutan Alim,  kepada wartawan via seluler di Bengkulu, Rabu,(28/6/2023).

Ia mengatakan, dikembangkannya program ini bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di tingkat desa serta upaya penyiapan lansia yang mandiri dan tidak bergantung pada keluarga dan lingkungan.

Dalam upaya meningkatkan kualitas SDM, pemerintah daerah Kabupaten Rejang Lebong tidak luput pada pelaksanaan kegiatan yang menjadi program prioritas nasional (Pro-PN) yaitu pencegahan stunting.

Pencegahan stunting, pemerintah daerah telah membangun kekuatan edukasi dengan membentuk Generasi Berencana (GenRe) di tingkat desa. Melalui perannya, GenRe dapat bersinergi bersama tim pendamping keluarga (TPK) di desa dan kader KB desa.

Di Rejang Lebong meresmikan GenRe desa sebanyak 312 orang tersebar, di 157 desa dan kelurahan untuk membentengi remaja dari potensi risiko stunting. Keberadaan GenRe desa akan menginspirasi remaja untuk hidup sehat yang terhindar dari tiga hal besar yang menghambat masa depan anak bangsa yaitu, remaja terhidar dari perilaku seks bebas luar nikah, menghindari pernikahan usia anak, 21 tahun bagi remaja putri dan 25 tahun remaja pria usia ideal menikah.

Selain menggadangkan GenRe desa sebagai motivator remaja sehat, pemerintah setempat juga menunjukkan prestasi tingkat provinsi dalam pelaksanaan 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting. “Forum Koordinasi penilaian pemerintah kabupaten dan kota di Bengkulu. Pemkab Rejang Lebong meraih prestasi dengan mendominasi juara I dalam pelaksanaan 8 aksi konvergensi percepatan penurunan stunting pada Forum Koordinasi penilaian pemerintah kabupaten,” ujarnya.

Dari beberapa kegiatan tersebut, pemerinath daerah setempat telah menorehkan prestasi tingkat provinsi, diantaranya pengelolaan kampung KB meraih peringkat I Provinsi Bengkulu dan meraih posisi peringkat I pada Forum Koordinasi penilaian pemerintah kabupaten dan kota di Bengkulu pada 2023. Dengan digalakkannya pengembangan beberapa program tersebut dapat menurunkan prevalensi stunting yang masih sebesar 20,2 persen (SSGI) 2022, demikian Sutan.(irs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.