OJK dan SRO Perkuat Integritas Pasar Modal, Libatkan Pelaku Pasar

oleh -22 Dilihat

Jakarta– Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal menggelar dialog dengan analis, ekonom, dan pemengaruh keuangan (financial influencer/finfluencer) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (18/10/2026).

Dialog ini bertujuan memperkuat integritas pasar modal sekaligus menjaga kepercayaan investor.

Pertemuan tersebut juga menjadi wadah bagi para pemangku kepentingan untuk menyampaikan masukan dan pandangan terkait perkembangan pasar modal Indonesia.

Hadir dalam pertemuan itu Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, serta pimpinan BEI, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

Friderica mengatakan, dialog terbuka dan konstruktif antara regulator dan pelaku pasar diperlukan untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam upaya menjaga kepercayaan publik.

Menurut dia, regulator tidak hanya bertugas menyampaikan kebijakan, tetapi juga perlu mendengarkan masukan dari pelaku pasar untuk memperkuat pengembangan pasar modal nasional

Sementara itu, Hasan Fawzi menegaskan, OJK bersama SRO dan pelaku pasar berkomitmen melanjutkan serta memperkuat pelaksanaan Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal Indonesia.

Langkah tersebut mencakup penguatan transparansi pasar serta komunikasi dengan penyedia indeks global dan investor, termasuk menindaklanjuti berbagai masukan terkait pasar modal Indonesia.

Hasan mengatakan, penguatan integritas juga dilakukan melalui penegakan hukum yang terukur. Pada 16 Oktober 2026, OJK mengumumkan sanksi administratif berupa denda dengan total Rp 2,1 triliun terhadap pihak-pihak terkait pelanggaran di pasar modal.

Menurut Hasan, sanksi tersebut merupakan bagian dari proses pemeriksaan yang telah dilakukan OJK, bukan semata-mata respons terhadap dinamika pasar terkini.

Ia menambahkan, penegakan hukum merupakan bagian dari komitmen regulator untuk memperkuat integritas pasar modal dan menjaga kepercayaan investor.

Hasan juga mengajak seluruh pemangku kepentingan merespons berbagai tekanan di pasar modal melalui langkah konstruktif, terukur, dan berdasarkan fakta.

Masukan dari pelaku pasar, ekonom, dan finfluencer, lanjut dia, diperlukan untuk menghasilkan rekomendasi yang objektif dan dapat segera ditindaklanjuti OJK bersama SRO.

Hal ini dinilai penting seiring dengan semakin luasnya basis investor di pasar modal Indonesia.

Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi mengatakan, penguatan transparansi menjadi salah satu fokus utama reformasi pasar modal.

Upaya tersebut dilakukan melalui perluasan keterbukaan informasi mengenai kepemilikan saham, klasifikasi investor, dan konsentrasi kepemilikan saham.

Melalui dialog tersebut, OJK dan SRO berharap keterlibatan aktif seluruh pemangku kepentingan dapat memperkuat konsolidasi pasar modal Indonesia, meningkatkan transparansi, serta menjaga kepercayaan investor.(SP/OJK)

 

Editor : Usmin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.