Menteri PPN/Bappenas Dorong Penguatan Promosi, Kopi Bengkulu agar  Mendunia

oleh -22 Dilihat

Bengkulu – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, mengajak petani dan pelaku usaha kopi berdiskusi terkait strategi pengembangan kopi Bengkulu. Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Santika Bengkulu, Kamis (23/4/2026).

Dalam forum itu, Rachmat menegaskan bahwa kopi Bengkulu memiliki kualitas unggul dan termasuk salah satu yang terbaik di Indonesia. Namun, potensi tersebut dinilai belum diimbangi dengan strategi promosi dan pemasaran yang optimal.

“Kopi Bengkulu ini kualitasnya sangat baik, bahkan bisa dikatakan salah satu yang terbaik. Namun, masih perlu penguatan, terutama dalam promosi, penjenamaan (branding), dan akses pasar agar semakin dikenal luas,” ujarnya.

Ia menambahkan, diperlukan langkah strategis berupa pembentukan pusat pengembangan kopi terpadu guna memperkuat ekosistem kopi dari hulu hingga hilir. Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan di sektor kopi perlu dikonsolidasikan dalam satu wadah yang terintegrasi.

“Seluruh praktisi kopi harus dihimpun. Bengkulu perlu memiliki pusat kopi yang ke depan dapat menjadi rujukan dunia,” tegasnya.

Rachmat juga menargetkan Bengkulu tidak hanya mengekspor biji kopi mentah, tetapi mampu mencetak sumber daya manusia unggul di sektor tersebut, termasuk barista profesional berdaya saing global.

“Kita harus mampu mengekspor barista. Mereka perlu dididik secara profesional, lalu disebarkan ke berbagai negara,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, yang mewakili Gubernur Bengkulu Helmi Hasan, menyampaikan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan kopi sebagai komoditas unggulan.

“Kopi merupakan salah satu sektor andalan Bengkulu. Pemerintah provinsi akan terus mendorong peningkatan kualitas, produktivitas, serta memperluas jaringan pemasaran,” ujarnya.

Salah satu pelaku usaha kopi, Abdul Khafi S. selaku pemilik Kopi Gading Cempaka, berharap dukungan pemerintah semakin kuat, terutama dalam aspek promosi dan pembinaan berkelanjutan.

“Kualitas kopi Bengkulu sudah baik. Tinggal bagaimana promosi dan pemasarannya diperkuat agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi,” katanya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, potensi kopi Bengkulu tergolong besar dengan luas areal mencapai sekitar 90 ribu hektare dan produksi berkisar 50–55 ribu ton per tahun. Provinsi ini juga masuk lima besar produsen kopi nasional dengan kontribusi lebih dari 7 persen terhadap total produksi Indonesia.

Produksi kopi Bengkulu didominasi jenis robusta yang tersebar di sejumlah wilayah, seperti Rejang Lebong, Kepahiang, dan Lebong, serta menjadi sumber penghidupan utama masyarakat setempat.

Dengan potensi tersebut, penguatan promosi, hilirisasi, serta pembentukan pusat pengembangan kopi terpadu diharapkan mampu menjadikan Bengkulu sebagai salah satu pusat kopi unggulan, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga di kancah global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.