KPw BI Bengkulu Fasilitasi  Peningkatan Daya Saing UMKM Provinsi Bengkulu

oleh -13 Dilihat

Bengkulu – Sejalan dengan arah kebijakan strategis nasional tersebut, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Bengkulu turut berkontribusi melalui peran nyata di daerah dengan memfasilitasi UMKM binaan unggulannya pada pameran luring dan kanal virtual KKI 2026 dengan membukukan total transaksi penjualan sebesar Rp955.491.033.

Pada gelaran KKI 2026, menghadirkan 32 UMKM unggulan Bengkulu yang berpartisipasi secara online melalui website KKI 2026. Dari jumlah tersebut, 6 UMKM turut hadir secara offline di JICC, terdiri atas 2 UMKM wastra dan 4 UMKM makanan dan minuman.

Pada kategori wastra, Batik Kagano menampilkan beragam kain wastra Bengkulu, sementara Swarnabumei menghadirkan produk ready to wear yang mengangkat kekayaan motif dan identitas khas Bengkulu yaitu besurek dan bunga raflesia.

Sementara pada produk makanan dan minuman hadir di KKI Mart melalui CV Jaya Rasa Bengkulu, Giwigewi, Kerupuk Keite, dan Sari Aren.

Peluang perluasan pasar juga terus didorong melalui upaya menjembatani UMKM Bengkulu agar terhubung dengan rantai pasok korporasi, hasil nyata dibuktikan melalui fasilitasi temu bisnis (Business Matching) Ekspor. Kopi Bukit Barisan berhasil menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan Indonesia Specialty Coffee untuk pembelian awal sebanyak 500 kg Kopi Robusta Bengkulu dengan nilai kontrak awal sebesar Rp 35.500.000,-(tiga puluh lima juta lima ratus ribu rupiah).

Capaian ini menjadi tonggak penting bagi UMKM daerah dalam memperluas akses pasar sekaligus menjawab tantangan kebijakan prorakyat dan pro-pertumbuhan (pro-growth) Bank Indonesia.

Selain Kopi Bukit Barisan, UMKM Bengkulu yang turut mengikuti business matching antara lain Pak Sahid Coffee, Lestari Coffee, dan CV Jaya Rasa Bengkulu. Partisipasi UMKM Bengkulu dalam KKI 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas akses pasar, memperkuat daya saing, serta membuka peluang UMKM untuk terus tumbuh dan menjangkau pasar yang lebih luas, termasuk pasar global.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat, menyampaikan bahwa sinergi ini membuktikan kualitas UMKM Bengkulu siap bersaing dan bermitra di level korporasi.

“Kehadiran 32 UMKM Bengkulu di KKI 2026, baik di sektor wastra, kriya, makanan dan minuman maupun kuliner, adalah manifestasi dari program pembinaan yang konsisten. Capaian transaksi dan penandatanganan kontrak kemitraan di hari pertama ini menjadi bukti nyata bahwa produk kopi Bengkulu dan UMKM lainnya mampu merespons Gerakan Korporasi Gandeng UMKM secara nyata.

Mereka kini semakin siap untuk naik kelas, memperoleh pembiayaan yang lebih luas, dan terintegrasi ke dalam rantai nilai berskala nasional,” urai Wahyu.

KPw BI Provinsi Bengkulu mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat optimisme dan kolaborasi mendukung UMKM di Bengkulu terus bangkit, tangguh, berdaya saing dan cepat naik kelas.

Sinergi berkelanjutan antara korporasi, perbankan, dan pelaku usaha di daerah diyakini mampu membangun ekosistem di mana usaha kecil memiliki ruang besar untuk tumbuh, sekaligus menjadi penggerak utama ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

 

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.