Kisah Irjen. Pol Mardiyono “Sang Pengayom” Saat Megang Tongkat Komando di Bengkulu

oleh -98 Dilihat

Bengkulu – Tampuk kepemimpinan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bengkulu baru saja berganti dari Irjen. Pol Mardiyono ke Brigjen. Pol Yudhi Sulistianto Wahid. Sosok Irjen. Pol Mardiyono yang lahir di Blora, Jawa Tengah pada 21 Maret 1969, merupakan Perwira Tinggi Polri lulusan Akademi Polisi (Akpol) 1991 yang juga sekaligus satu angkatan dengan Kapolri RI, Jenderal Listyo Sigit.

Mardiyono menjabat dan diamanahkan memegang tongkat kepemimpinan sebagai Kapolda Bengkulu sejak 12 Maret 2025 hingga 7 Mei 2026. Selama menjabat beliau dikenal sebagai “Sang Pengayom” dengan segala kegiatan rutin beliau dalam memberikan pelayanan sosial ke masyarakat Bengkulu.

Beberapa gagasan program yang langsung menyentuh masyarakat diantaranya program bedah rumah bagi warga kurang mampu bekerjasama dengan BAZNAS, REI, dan Pelindo. Program ini juga didukung melalui program Sriduri (Setiap Hari Dua Ribu) yang dipungut dari sedekah dari para personil Polda Bengkulu.

Program Sriduri ini disalurkan langsung dalam kegiatan sosial seperti renovasi dan pembangunan rumah layak huni, santunan biaya medis bagi warga dan personil Polri, serta berbagai bentuk bantuan kemanusiaan lainnya.

Kemudian program lain yang juga digagas Sang Pengayom ini yakni Sadesahe (Satu desa Satu Hektar Jagung). Untuk mendukung ketahan pangan nasional.

Diungkapkan Raka Dewangga Ketua Umum Ojol Kamtibmas Bengkulu, kehadiran sosok Mardiyono di Bengkulu ini sangat terasa dalam dan menyentuh, dimana gebrakan sosial yang dilakukan langsung menyentuh dan mengena bagi masyarakat khususnya pengemudi ojek online. Berbagai kegiatan sosial dan pengobatan gratis ini dapat dinikmati hampir setiap bulan.

“Sosok pak Mardiyono, humble, lembut tapi tegas. Banyak kegiatan yang telah kami lewati bersama pak Mardiyono walaupun singkat tetapi sangat berarti buat kami. Kami juga banyak mendapatkan rezeki melalui kegiatan baksos dan cek kesehatan gratis untuk Ojol Kamtibmas dari bapak Mardiyono selama bertugas di Bengkulu,” ungkap Raka.

Sama halnya yang dirasakan Hartati dan Yanto warga penerima bantuan bedah rumah, dengan program bedah rumah ini sangat memberikan manfaat yang cukup berarti bahkan meningkatkan derajat mereka di mata warga sekitar karena sebelumnya dengan kondisi rumah yang mereka tinggali tidak layak huni.

“Kami berterima kasih kepada bapak Mardiyono dari kami tinggal digubuk serta dihina dan dicaci orang orang, kami bisa menikmati hidup layak dengan bantuan bedah rumah sehingga rumah kami sekarang layak huni,” ujar Hartati terisak sedu saat menerima rumah lengkap dengan perabotannya.

Mereka berharap walaupun saat ini Sang Pengayom telah meninggalkan Bengkulu dan memegang tampuk kepemimpinan yang baru sebagai Kakorbinmas Baharkam Polri tetap terus diberikan kesehatan dan kesuksesan dalam berkarir berikut dengan terus menularkan kebaikan.

“Semoga dimanapun Bapak Mardiyono berada diberikan kesuksesan dan kesehatan selalu dan juga jangan lupakan kami pak masyarakat Bengkulu ini,” tutur Yanto.

Kurang lebih 15 bulan memegang tongkat komando sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bengkulu, Perwira Tinggi Polri 91 ini sekarang memegang amanah baru sebagai Kakorbinmas Baharkam Polri, sebagaimana tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/ 960/V/KEP./ 2026 tertanggal 7 Mei 2026.

 

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.