Kejar Target 2024, BKKBN Bengkulu Gelar Sosialisasi Stunting di Wilayah Perbatasan

oleh -111 Dilihat
Anggota Komisi IX DPR-RI dapil Bengkulu, Elva Hartati foto bersama masyarakat dan pejabat dilingkup Pemkab Mukomuko usia menggelar sosialisasi stunting di wilayah berbatasan antara Provinsi Bengkulu dengan Provinsi Sumatera Barat, akhir pekan lalu.(Foto/Ist)
Anggota Komisi IX DPR-RI dapil Bengkulu, Elva Hartati foto bersama masyarakat dan pejabat dilingkup Pemkab Mukomuko usia menggelar sosialisasi stunting di wilayah berbatasan antara Provinsi Bengkulu dengan Provinsi Sumatera Barat, akhir pekan lalu.(Foto/Ist)

Bengkulu- Guna merealisasikan target penurunan stunting di Provinsi Bengkulu pada 2024 mendatang, Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bengkulu bersama Komisi IX DPR-RI), terus mengedukasi masyarakat untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang stunting dan pencegahannya.

Dijelaskan, stunting merupakan suatu kondisi gagal tumbuh kembang pada anak akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu yang berkepanjangan sehingga menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme dan pertumbuhan fisik pada anak.

Pencegahan stunting dapat dilakukan melalui intervensi spesifik dan sensitif, salah satunya mengedukasi masyarakat tentang stunting, serta mengintervensi melalui pemenuhan asupan gizi berimbang, sehingga mereka bisa mencegah anggotanya terkena stunting.

BKKBN Bengkulu dan instansi terkait di Provinsi Bengkulu, terus mengencarkan sosialisasi stunting seluruh kabupaten dan kota yang ada di provinsi ini. “Upaya ini dilakukan sebagai upaya akselerasi penurunan kasus kekurangan gizi untuk menyasar target stunting di Provinsi Bengkulu pada 2024 sebesar 12,55 persen,” kata anggota Komisi IX DPR RI Elva Hartati.

Hal tersebut disampaikan politisi PDIP ini kepada pewarta disela Promosi dan KIE Percepatan Penurunan Stunting wilayah khusus Kampung KB Desa Tanjung Mulya, Kecamatan XIV Koto, Kabupaten Mukomuko, Minggu,(22/10/2023).

Akhir pekan ketiga Oktober ini, dua lembaga pemerintah itu berkolaborasi melaksanakan kampanye menekan tumbuhnya potensi stunting di Kabupaten Mukomuko, termasuk di Desa Mekarsari, Kecamatan Sungai Rumbai dan Kampung KB Desa Tanjung Mulya Kecamatan XIV Koto.

Kabupaten Mukomuko merupakan wilayah perbatasan antara Provinsi Bengkulu dengan Sumatera Barat. Kabupaten dengan luas wilayah 4.147 kilometer persegi yang dihuni 174.742 jiwa tersebar di 15 kecamatan dengan 151 desa dan kelurahan.

Ditetapkannya Desa Mekarsari dan Tanjung Mulya sebagai lokus sosialisasi mengingat dapat menyasar secara luas. Desa ini berpenduduk mencapai 3.400 jiwa. Kampanye ini dihadiri Sekretaris Perwakilan BKKBN Bengkulu, Nesianto, Ketua Pokja 10 BKKBN Rofadhila Azda, anggota Komisi IX DPR-RI, Elva Hartati, Plt Kepala DPPKBP3A Kabupaten Mukomuko, Panji Surya serta Kepala Desa Tanjung Mulya Wardoyo.

Ia mengatakan, stunting adalah gangguan tumbuh kembang pada anak lantaran gizi buruk, infeksi berulang serta stimulasi psikososial yang tidak memadai. Mencegah potensi stunting harus meningkatkan kualitas anak sebagai generasi penerus pembangunan.

Anggota Komisi IX DPR-RI, Elva menekankan agar masyarakat untuk mencegah terjadinya pernikahan pada usia anak atau pernikahan yang belum pada usia ideal, yaitu 21 tahun untuk perempuan dan 25 tahun untuk laki-laki yang akan memengaruhi kualitas SDM dimasa datang.

Pernikahan usia ideal sangat bermanfaat baik dari aspek kesehatan maupun ekonomi keluarga, demikian Elva. Pada kampanye tersebut pejabat di lingkup pemerintah kabupaten mukomuko mengingatkan warga setempat untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan reproduksi remaja sebagai salah satu strategi pencegahan stunting dari hulu.

Pencegahan stunting bagi remaja paling prioritas diperhatikan kesehatannya, khususnya remaja putri sebagai calon ibu. “Upaya pencegahan stunting pada remaja dalam mencegah stunting salah satunya dengan pemberian tablet tambah darah (TTD).(irs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.