Kapolri Suyudi Beri Dukungan kepada Iptu Agus yang Alami ISPA Saat Padamkan Karhutla

oleh -13 Dilihat

Jakarta– Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memberikan dukungan kepada Iptu M. Agus Setiawan, Kanit Patroli Samapta Polresta Palangka Raya, yang mengalami infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) hingga kehilangan suara akibat paparan asap saat bertugas memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dukungan tersebut disampaikan Kapolri melalui sambungan telepon pada Rabu (21/10/2026). Selain memberikan apresiasi atas dedikasi Agus dan personel lainnya, Suyudi mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan selama menjalankan tugas di lapangan.

“Memberikan apresiasi dan rasa bangga yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota di lapangan, khususnya Pak Agus dan rekan-rekan, yang tanpa lelah berjibaku memadamkan api kebakaran hutan dan lahan (karhutla),” kata Suyudi.

Kapolri menilai semangat dan pengabdian personel di lapangan menjadi bagian penting dalam upaya penanganan karhutla. Tugas tersebut membutuhkan ketahanan fisik, kewaspadaan, serta kesiapan menghadapi risiko paparan asap dan panas api.

“Saya sebagai Kapolri, ikut bangga. Anda punya semangat yang luar biasa. Semoga ini menjadi ibadah dan juga tentunya akan membawa perubahan, terutama dalam memadamkan api di sana,” ujarnya.

Meski mengapresiasi semangat Agus, Suyudi menegaskan bahwa kesehatan personel tetap harus menjadi prioritas. Ia meminta Agus segera mendapatkan penanganan medis apabila kondisi fisiknya memburuk.

“Tapi tetap jaga kesehatan ya Pak ya, itu yang pertama. Kalau Bapak merasa sudah agak berat, jangan sampai terlambat datang ke rumah sakit untuk juga berobat ya,” tutur Suyudi.

Sebelumnya, Iptu M. Agus Setiawan mengalami ISPA hingga kehilangan suara setelah terpapar asap saat membantu pemadaman karhutla. Meski kondisi kesehatannya terganggu, ia mengaku masih ingin membantu rekan-rekannya selama kondisi fisiknya memungkinkan.

Dokter telah menyarankan Agus beristirahat selama satu minggu untuk memulihkan kesehatannya. Namun, ia menyatakan keinginannya untuk tetap berkontribusi dalam penanganan kebakaran.

“Memang kondisi kesehatan saya sedang kurang baik karena ISPA, bahkan sampai kehilangan suara. Dokter juga sudah menyarankan saya untuk beristirahat selama satu minggu. Namun, selagi masih mampu, saya ingin tetap membantu rekan-rekan dalam upaya pemadaman karhutla,” ujar Agus.

Perhatian Kapolri tersebut menegaskan pentingnya menyeimbangkan semangat pengabdian dengan perlindungan terhadap keselamatan dan kesehatan personel. Dalam penanganan karhutla, anggota yang bertugas di lapangan menghadapi risiko kesehatan akibat paparan asap dan kondisi lingkungan yang berbahaya.

Hal ini juga sejalan dengan komitmen Polri melalui program Polisi Bersama Masyarakat, yang menekankan kehadiran dan kepedulian dalam menjalankan tugas melindungi masyarakat sekaligus memperhatikan keselamatan personel.

 

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.