Kanwil DJPb Bengkulu Dorong UNIB Jadi Mitra Beasiswa BPDP 2027

oleh -21 Dilihat

Bengkulu – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu mendorong Universitas Bengkulu (UNIB) menjadi perguruan tinggi mitra penyelenggara beasiswa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) pada 2027. Kemitraan ini diharapkan membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak petani kelapa sawit dan masyarakat yang bekerja di sektor perkebunan.

Melalui program tersebut, penerima beasiswa berpeluang menempuh pendidikan dengan pembiayaan penuh tanpa harus melanjutkan kuliah ke luar daerah.

Rencana kemitraan itu dibahas dalam pertemuan antara Kanwil DJPb Bengkulu dan Rektor UNIB, Prof. Indra Cahyadinata, di ruang kerja Kepala Kanwil DJPb Bengkulu, Selasa (13/10/2026).

Kepala Kanwil DJPb Bengkulu Zaid Burhan Ibrahim mengatakan, DJPb akan berperan sebagai penasihat keuangan (financial advisor) untuk mendampingi UNIB mempersiapkan persyaratan menjadi perguruan tinggi mitra BPDP.

Menurut Zaid, langkah tersebut strategis untuk memperluas manfaat dana perkebunan, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah penghasil kelapa sawit.

Bengkulu memiliki areal perkebunan kelapa sawit seluas 424.530 hektare yang tersebar di sejumlah kabupaten, terutama Mukomuko, Bengkulu Utara, Seluma, dan Bengkulu Selatan. Potensi tersebut, kata dia, perlu diimbangi dengan peningkatan pendidikan dan keterampilan masyarakat agar mampu mendukung perkembangan industri sawit secara berkelanjutan.

Selama ini, sebagian penerima beasiswa BPDP asal Bengkulu menempuh pendidikan di perguruan tinggi luar pulau. Kontribusi mereka terhadap pengembangan sektor perkebunan di daerah asal juga belum teridentifikasi secara pasti.

“Dengan kehadiran UNIB sebagai perguruan tinggi mitra, diharapkan manfaat program beasiswa dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat sekaligus mendorong perekonomian Bengkulu,” ujar Zaid.

Biaya kuliah hingga biaya hidup

Beasiswa BPDP menawarkan pembiayaan pendidikan penuh bagi peserta yang memenuhi persyaratan. Fasilitas yang disediakan antara lain pembayaran uang kuliah tunggal (UKT) atau SPP, bantuan biaya hidup bulanan, biaya pemondokan atau asrama, serta subsidi transportasi.

Penerima beasiswa juga berpeluang memperoleh fasilitas penunjang pendidikan, seperti buku, laptop, dan dukungan sertifikasi profesi.

Program ini tidak hanya menyasar anak petani kelapa sawit, tetapi juga mencakup pekebun, keluarga pekebun, pekerja perkebunan, pengurus koperasi, serta aparatur sipil negara dan penyuluh sesuai ketentuan yang berlaku.

Melalui skema tersebut, masyarakat yang memiliki keterkaitan dengan sektor perkebunan diharapkan memperoleh kesempatan meningkatkan kompetensi dan daya saing melalui pendidikan tinggi.

UNIB miliki program studi relevan

Zaid menilai UNIB memiliki potensi akademik untuk menjadi mitra penyelenggara beasiswa BPDP. Sejumlah program studi dinilai relevan dengan kebutuhan industri perkebunan, termasuk bidang teknologi, bisnis, dan pendidikan vokasi diploma di bidang akuntansi.

Selain memiliki program studi dengan akreditasi baik hingga unggul, UNIB dinilai mempunyai pengalaman bekerja sama dengan perusahaan di tingkat lokal maupun nasional.

Pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk mendukung penyediaan kebun praktik lapangan dan membuka peluang kerja bagi lulusan.

Zaid menambahkan, kemitraan UNIB dengan BPDP juga berpotensi memberikan dampak ekonomi bagi Bengkulu. Apabila UNIB ditetapkan sebagai perguruan tinggi mitra dengan alokasi penerima beasiswa yang berkelanjutan, aktivitas pendidikan tersebut dapat mendorong perputaran ekonomi daerah.

Kerja sama ini juga berpeluang meningkatkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) UNIB sebagai perguruan tinggi berstatus badan layanan umum (BLU).

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Kanwil DJPb Bengkulu akan melanjutkan koordinasi dan memberikan pendampingan teknis kepada UNIB dalam mempersiapkan persyaratan kemitraan BPDP untuk 2027.

DJPb juga mengharapkan dukungan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan masyarakat agar rencana kerja sama tersebut dapat berjalan optimal. Kemitraan ini diharapkan memperluas akses pendidikan bagi masyarakat perkebunan sekaligus menghasilkan sumber daya manusia yang mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing industri kelapa sawit di Bengkulu.(**)

 

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.