Cegah Langganan Banjir, DPRD Desak Pemkab Benteng Segera Lakukan Normalisasi Sungai Beseri

oleh -188 Dilihat
Sungai Beseri meluap akibat hujan lebat melanda wilayah Bengkulu Tengah cukup lama, akibat ratusan rumah warga yang berada du daerah aliran sungai (DAS) terendam banjir.(Foto/Ist)
Sungai Beseri meluap akibat hujan lebat melanda wilayah Bengkulu Tengah cukup lama, akibat ratusan rumah warga yang berada du daerah aliran sungai (DAS) terendam banjir.(Foto/Ist)

Bengkulu Tengah-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu mendesak pihak terkait untuk segera melakukan normalisasi Sungai Beseri usai meluap alias banjir beberapa waktu lalu akibat hujan lebat melanda wilayah ini.

Desakan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Komisi I DPRD Bengkulu Tengah, Eko Haryanto, Sabtu  (11/4/2026). Ia menilai banjir yang terjadi di Desa Talang Empat dan Desa Taba Terunjam, Kecamatan Karang Tinggi beberapa hari sebelumnya bukanlah kejadian baru.

Pasalnya, kedua desa ini memang sudah menjadi langganan banjir setiap turun hujan lebat berlangsung lama. “Banjir yang terjadi pekan lalu akibat Sungai Beseri meluap. Ini memang sudah sering terjadi,” ujar Eko.

Meluapnya Sungai Beseri tidak terlepas dari kondisi sungai yang saat ini mengalami sedimentasi cukup parah serta dipenuhi sampah. Akibatnya, jika hujan lebat berlangsung cukup lama, maka air sungai meluap dan merendam permukiman warga.

Seperti diketahui, banjir yang terjadi sejak Minggu (5/4/2026) lalu menyebabkan sedikitnya 150 rumah warga di empat desa terendam banjir. Bahkan, jumlah warga yang terdampak mencapai 235 kepala keluarga (KK).

Menyikapi masalah ini, Eko mendesak Pemkab Bengkulu Tengah dan pemerintah pusat untuk segera mengambil langkah konkret agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

Salah satu upaya yang mendesak dilakukan pemerintah daerah melakukan reklamasi Sungai Beseri agar tidak meluap lagi setiap turun hujan lebat berlangsung lama seperti yang terjadi dewasa ini.

“Kami minta pemerintah kabupaten, provinsi, hingga pusat untuk segera melakukan normalisasi Sungai Beseri atau mencarikan solusi terbaik agar banjir ini tidak terjadi lagi di wilayah tersebut,” ujar Eko.

Ketua Komisi I ini juga menyoroti kerugian yang dialami warga akibat banjir yang terus berulang, terutama di Desa Talang Empat dan Desa Taba Terunjam.

Menurutnya, masyarakat tidak hanya mengalami kerugian materi seperti kerusakan rumah dan barang, tetapi juga dampak nonmateri seperti terganggunya aktivitas sehari-hari. “Warga sudah sering jadi korban. Kerugiannya tidak sedikit, baik materi maupun nonmateri. Ini harus menjadi perhatian serius semua pihak,” tutupnya.

 

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *