Gubernur Bengkulu Dorong Petani Naik Kelas Melalui Program Kopi Merah Putih

oleh -20 Dilihat

Bengkulu -Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan bahwa Program Kopi Merah Putih merupakan langkah strategis Pemerintah Provinsi Bengkulu untuk mendorong petani kopi naik kelas sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Helmi Hasan saat peluncuran penanaman Kopi Merah Putih di Desa Mangku Rajo, Kecamatan Lebong Selatan, Kabupaten Lebong, Sabtu (7/2/2026).

Menurut Gubernur, pemerintah daerah tidak ingin petani hanya berperan sebagai penjual bahan mentah, melainkan mampu memperoleh nilai tambah dari hasil perkebunan yang dikelola secara profesional.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen melakukan pendampingan secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Merah Putih.
“Petani kita harus naik kelas, dari petani berdaki menjadi petani berdasi. Pemerintah hadir untuk memastikan pendampingan dilakukan secara tuntas dan petani mendapatkan harga terbaik,” tegas Helmi Hasan.

Program Kopi Merah Putih pada tahap awal dilaksanakan di lahan seluas 20 hektare. Program ini merupakan hasil kerja selama satu tahun yang melibatkan berbagai pihak, termasuk pendampingan dari Prof. Eggy Mahardika.

Program ini juga berangkat dari aspirasi petani kopi di Provinsi Bengkulu yang selama ini menghadapi persoalan ketidakstabilan harga, meskipun produksi relatif baik.

“Keberhasilan program ini membutuhkan kesungguhan para petani dalam mengelola kebun kopi. Pemerintah akan terus mendampingi petani mulai dari proses penanaman, pengolahan, hingga pemasaran hasil produksi,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Eggy Mahardika mendorong petani untuk menerapkan teknik pertanian modern guna meningkatkan produksi dan kualitas hasil panen. Ia menilai pemanfaatan teknologi serta metode budidaya yang tepat menjadi kunci peningkatan daya saing kopi rakyat di pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Argo Mulya, Slamet, menyampaikan kebutuhan petani terhadap alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk menunjang kegiatan produksi. Ia berharap pendampingan yang diberikan tidak berhenti pada tahap penanaman.

“Kami berharap tidak hanya dibantu melalui program ini, tetapi juga dibimbing dan didampingi hingga benar-benar menghasilkan,” ujarnya.

Program Kopi Merah Putih merupakan inisiatif pengembangan potensi perkebunan rakyat yang bertujuan meningkatkan nilai tambah hasil pertanian. Selama ini, sebagian besar petani kopi di Kabupaten Lebong masih menjual hasil panen dalam bentuk bahan mentah.

Melalui pengolahan dan pemasaran yang lebih profesional, Kopi Merah Putih diharapkan menjadi produk unggulan daerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

 

Editor :  Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.