Bengkulu- Sejumlah massa yang tergabung dalam LSM Gerakan Rakyat Bengkulu Anti Korupsi (GERBAK) menggelar aksi damai di depan Kantor Gubernur Bengkulu, Rabu (13/5/2026).
Sebelum menuju Kantor Gubernur Bengkulu, massa aksi terlebih dahulu berkumpul di Masjid Raya Baitul Izzah Kota Bengkulu. Setelah melakukan konsolidasi, massa kemudian bergerak menuju lokasi aksi sambil membawa spanduk berisi tuntutan terkait dugaan pelanggaran etik pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu.
Koordinator aksi Afrizal mengatakan, pihaknya meminta Pemerintah Provinsi Bengkulu memberikan penjelasan terbuka kepada masyarakat terkait isu yang berkembang. Massa juga meminta pemerintah daerah membentuk tim investigasi untuk melakukan pendalaman terhadap persoalan tersebut.
“Kami meminta ketegasan Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap isu yang berkembang di masyarakat. Kami berharap ada tim pencari fakta agar persoalan ini menjadi jelas dan tidak menimbulkan keresahan publik,” ujar Koordinator Aksi GERBAK, Afrizal, seperti dilansir dari RRI.CO.
Dalam orasinya, massa aksi juga meminta evaluasi terhadap pejabat yang dinilai menjadi sorotan publik. Mereka berharap pemerintah daerah memberikan klarifikasi secara terbuka agar tidak menimbulkan persepsi negatif di tengah masyarakat.
Sekitar pukul 10.19 WIB, sebanyak 10 orang perwakilan massa aksi diterima untuk melakukan hearing di Kantor Gubernur Bengkulu. Pertemuan tersebut dihadiri Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bengkulu, Mif Tarul Ilmi, Perwakilan Inspektorat Provinsi Bengkulu, Yulia Hastuti, Satpol Pol PP Provinsi Bengkulu, Deki Zulkarnain, serta Kepala Bidang Pengembangan Aparatur BKD Provinsi Bengkulu, Iwan Sulistiawan.
Dalam hearing tersebut, perwakilan massa aksi mengaku kecewa karena Gubernur Bengkulu, Hel,mi Hasan dan Wakil Gubernur Bengkulu, Mian maupun Sekda Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni tidak dapat hadir secara langsung menemui massa.
Meski demikian, mereka tetap menyampaikan sejumlah aspirasi dan meminta tuntutan tersebut diteruskan kepada pimpinan daerah, sehingga kasus ini dapat dituntaskan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bengkulu, Mif Tarul Ilmi menjelaskan, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan saat ini lagi Jakarta, dan Wakil Gubernur Bengkulu, Mian dan Sekda Herwan Antoni tengah melaksanakan tugas kedinasan di luar kantor.
Ia memastikan seluruh tuntutan massa aksi akan diteruskan kepada pimpinan daerah untuk ditindaklanjuti. “Penyampaian aspirasi dari rekan-rekan, kami ucapkan terima kasih, dan akan kami sampaikan kepada Gubernur Bengkulu, pembentukan tim investigasi pencari fakta akan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah,” ujar Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Bengkulu.
Aksi damai ini berlangsung dengan tertib dan kondusif hingga selesai. Massa aksi menyatakan akan kembali menyampaikan aspirasi apabila tuntutan yang mereka ajukan belum mendapatkan tindak lanjut dari pemerintah daerah.
Editor : Usmin









