Festival Tabut 2026 Ditargetkan Tarik Ratusan  Ribu Wisatawan, Dongkrak Ekonomi dan Pariwisata Bengkulu

oleh -34 Dilihat

Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu menargetkan sekitar 250 ribu kunjungan wisatawan pada penyelenggaraan Festival Tabut 2026 yang akan berlangsung pada 16–26 Juni 2026. Target tersebut mencakup wisatawan nusantara maupun mancanegara, khususnya dari kawasan Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Eropa.

Sebagai bagian dari persiapan, Pemprov Bengkulu menggelar rapat koordinasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu, Herwan Antoni, di Ruang Pola Merah Putih Kantor Gubernur Bengkulu, Senin (8/6/2026).

Rapat dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu Murlin Hanizar, unsur TNI/Polri, organisasi perangkat daerah terkait, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

Dalam rapat tersebut dibahas berbagai aspek kesiapan penyelenggaraan Festival Tabut 2026, mulai dari target kunjungan wisatawan, rekayasa lalu lintas, keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta ekonomi kreatif, hingga proyeksi dampak ekonomi yang akan dihasilkan bagi masyarakat.

Selain prosesi adat Tabut sebagai agenda utama, festival juga akan diramaikan dengan berbagai pertunjukan seni dan budaya, bazar dan pameran UMKM, serta sejumlah kegiatan pendukung lainnya.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkenalkan kekayaan budaya Bengkulu kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus meningkatkan daya tarik wisata daerah.

Sekda Bengkulu Herwan Antoni menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pihak untuk memastikan Festival Tabut 2026 berlangsung aman, tertib, dan sukses.
“Sinergi seluruh pihak sangat penting agar pelaksanaan Festival Tabut tahun ini berjalan aman, tertib, dan sukses, sekaligus memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan perekonomian daerah,” ujar Herwan.

Festival Tabut merupakan tradisi budaya tahunan masyarakat Bengkulu yang diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian dari peringatan Tahun Baru Islam. Seiring perkembangannya, tradisi ini telah menjadi salah satu agenda wisata budaya unggulan Provinsi Bengkulu.

Sejak tahun 2018, Festival Tabut juga masuk dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata karena dinilai memiliki nilai budaya yang kuat serta mampu memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi masyarakat dan daerah.

Dari sisi ekonomi, Festival Tabut 2026 diproyeksikan melibatkan sekitar 500 pelaku UMKM dan ekonomi kreatif, lebih dari 1.000 tenaga kerja, serta sekitar 3.000 pelaku seni dan budaya. Nilai transaksi ekonomi selama pelaksanaan festival diperkirakan mencapai Rp25 miliar.

Melalui penyelenggaraan Festival Tabut 2026, Pemerintah Provinsi Bengkulu berharap upaya pelestarian budaya dapat berjalan seiring dengan penguatan sektor pariwisata dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, sekaligus memperkokoh posisi Bengkulu sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.

 

Editor  :  Uamin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.