Cuaca Ekstrem, Harga Cabai Merah Panjang di Bengkulu Melonjak Rp 70.000/Kg

oleh -442 Dilihat
Harga cabai merah panjang di Bengkulu melonjak dari Rp 35.000 menjadi Rp 70.000/kg.(Foto/Dok)
Harga cabai merah panjang di Bengkulu melonjak dari Rp 35.000 menjadi Rp 70.000/kg.(Foto/Dok)

Bengkulu- Harga cabai merah panjang di sejumlah pasar tradisional Kota Bengkulu, sejak dua hari ini melonjak tajam dari semula Rp 35.000 menjadi Rp 70.000/kg. Kenaikan harga ini dipicu cuaca ekstrem melanda wilayah ini.

“Sejak dua hari ini harga cabai panjang merah di Kota Bengkulu naik tajam Mas dari semula Rp 35.000-Rp 40.000 menjadi Rp 70.000/kg, akibat pasokan dari sentra produksi ke toke tidak lancar karena cuaca ekstrem,” kata Sabar (36), pedagang cabai di Kota Bengkulu, Jumat (12/9/2025)

Ia mengatakan, akibat intensitas hujan meningkat di Provinsi Bengkulu, para petani cabai di sejumlah daerah di wilayah ini tidak dapat melaksanakan panen secara maksimal, sehingga produksinya tidak maksimal.

Dengan demikian, pasokan cabai ke sejumlah pasar di Kota Bengkulu berkurang dari bisanya. Sementara permintaan cabai dari konsumen tetap tinggi, seperti rumah makan, restoran, dan usaha kuliner lainya, termasuk pedagang bakso dan mie pangsit.

“Sesuai hukum ekonomi jika stok barang terbatas dan permintaan tinggi, maka harga di pasar akan melonjak, seperti sekarang ini. Kondisi ini lazim terjadi ketika cuaca buruk melanda wilayah Bengkulu,” kata Herman (46), pedagang lainya.

Herman memperkirakan kenaikan harga cabai panjang merah di Kota Bengkulu, tidak berlangsung lama dan selama cuaca buruk, setelah cuaca normal maka petani dapat melaksanakan cabai dengan normal, sehingga pasokan cabai ke pasar di Kota Bengkulu kembali stabil.

Dengan demikian, katanya, persedian cabai di pasar-pasar tradisional di Kota Bengkulu kembali normal, sehingga harganya segera normal dikisaran Rp 25.000/kg. Sedangkan harga cabai rawit masih normal Rp 60.000/kg.

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan, Disperindag Kota Bengkulu, Jasya Arief mengatakan, kenaikan harga cabai merah panjang di daerah ini akibat dampak dari cuaca buruh melanda wilyah ini.

“Cuaca buruk sangat menganggu distribusi cabai dari sentra produksi ke pasar, sehingga persedian di tangan pedagang terbatas. Sementara permitaan cabai dari konsumen tetap stabil, akibatnya harga di pasar melonjak,” ujarnya.

Menyakapi kenaikan harga cabai tersebut, Disperdagrin Kota Bengkulu mendorong masyarakat melakukan gerakan tanam pangan cepat panen, termasuk cabai, di pekarangan rumah masing-masing.

“Gerakan tanam pangan cepat panen ini bisa menjadi solusi sederhana. Jika masyarakat menanam cabai sendiri, kebutuhan rumah tangga bisa terpenuhi dan ketahanan pangan keluarga lebih terjaga,” tambahnya.

Kenaikan harga cabai ini menambah beban masyarakat, terutama rumah tangga dan pelaku usaha kuliner yang sangat bergantung pada komoditas tersebut. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga sekaligus mendorong upaya jangka panjang agar distribusi dan produksi cabai tetap stabil meski di tengah cuaca ekstrem, tambahnya.

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.