Cuaca Ekstrem, BPBD Mukomuko Minta Masyarakat Waspadai Banjir dan Tanah Longsor

oleh -206 Dilihat
Kepala BPBD Mukomuko, Bengkulu, Ruri Irwandi.(Foto/Ist)

Bengkulu- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu mengimbau masyarakat untuk mewaspadai cuaca ekstrem disertai badai melanda wilayah ini dalam sepekan terakhir.

“Kita mengimbau masyarakat Mukomuko mewaspadai cuaca ekstrem, terutama para nelayan agar tidak melaut disaat badai dan gelombang tinggi karena dapat mengancam keselamatanm” kata Kepala BPBD Mukomuko, Ruri Irwandi, Sabtu (22/11/2925).

Ia mengatakan, cuaca eksrem ini diperkirakan akan berlangsung pada awal Desember 2025. Karena itu, masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan lereng bukit untuk mewaspadai banjir dan tanah longsor.

Dengan kewaspadaan itu, jika terjadi tanah longsor dan banjir maka dampak yang timbul relatif sedikit, terutama korban di masyarakat. “Sekarang cuaca sulit diprediksi, cuaca cerah tiba-tiba mendung hujan. Demikian juga badai tiba-tiba datang, maka masyarakat diminta waspada,” ujarnya.

Ruri Irwandi menambahkan, hujan berintensitas tinggi dalam durasi panjang menjadi ancaman serius bagi daerah rawan. Debit air sungai dapat meningkat tiba-tiba, sementara struktur tanah di kawasan perbukitan melemah dan berpotensi memicu longsor.

“Kami mengimbau masyarakat tetap siaga, terutama yang tinggal di bantaran sungai, lereng bukit, dan wilayah yang pernah terdampak banjir atau longsor,” ujarnya.

BPBD telah menempatkan personel di beberapa titik rawan di berbagai kecamatan untuk monitoring situasi. Namun Ruri menegaskan, kesiapsiagaan pemerintah harus dibarengi peran aktif masyarakat. Deteksi dini dari warga dinilai sangat penting sebagai langkah awal pencegahan.

Ia meminta masyarakat segera melapor jika menemukan tanda-tanda alam yang mencurigakan, seperti munculnya retakan tanah baru, kenaikan debit sungai secara cepat, atau suara gemuruh dari arah perbukitan.

“Tanda-tanda seperti itu jangan diabaikan. Pelaporan cepat sangat membantu mencegah korban. Bahkan, jika perlu masyarakat segera meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri,” ujarnya.

Ruri menambahkan, cuaca ekstrem bukan hal baru bagi Mukomuko. Pengalaman menghadapi kondisi serupa setiap tahun harus menjadi modal untuk meningkatkan kewaspadaan dan menguatkan solidaritas warga.

“Di situasi seperti ini, saling mengingatkan dan menjaga lingkungan sekitar adalah kunci agar Mukomuko aman melewati musim hujan,” tambahnya.

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.