Bengkulu- Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu memperketat pengawasan pendistribusian gas elpiji subsidi ukuran 3 kg menjelang bulan suci Ramadan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya penimbunan gas elpiji subsidi oleh oknum masyarakat tidak bertanggungjawab di wilayah ini.
“Mulai minggu kedua Februari kita melakukan pengawasan ketat terhadap pendistribusian gas elpiji subsidi 3 kg di wilayah Bengkulu Utara untuk mencegah penimbunan yang membuat bahan bakar ini mengalami kelangkaan dan harga meningkat,” kata Kabid Perdagangan, Disdag Bengkulu Utara, Syahbani, Jumat (13/2/2026).
Dijelaskan, dalam keputusan Keputusan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tertanggal 6 Januari 2026 kuota LPG 3 kilogram atau gad melon untuk Provinsi Bengkulu ditetapkan sebesar 52.138 metrik ton. Dari jumlah tersebut, Kabupaten Bengkulu Utara memperoleh alokasi sebesar 6.915 metrik ton.
Jumlah tersebut mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2025 yang mencapai 7.608 metrik ton. Dimana terdapat pengurangan sekitar 693 metrik ton pada tahun 2026.
Turunya kuota LPG 3 kilogram ini menuntut pihaknya untuk melakukan pengawasan distribusi yang lebih ketat, agar bahan bakar subsidi tepat sasaran dan tidak menimbulkan kelangkaan di masyarakat, apalagi menghadapi bulan Ramandan.
Soalnya, kebutuhan gas elpiji masyarakat pada bulan Ramadan meningkat dari bulan biasa, sehingga pasokan dan distibusi elpiji ke pangkalan dan agen benar-benar terjaga dengan baik, agar tidak mengalami kelangkaan.
“Alokasi gas subsidi 3 kg untuk Kabupaten Bengkulu Utara mengalami pengurangan dibandingkan tahun 2025 lalu, makanya kami memperketat pengawasan distribusi tingkat pangkalan dan agen agar stok bahan kabar ini selama Ramadan hingga Idul Fitri 1447 Hijriyah mendatang terjaga dengan baik,: ujarnya.
Berdasarkan data di Bengkulu Utara terdapat 424 pangkalan LPG resmi tersebar di 15 kecamatan yang ada di kabupaten tersebut.
Pangkalan ini merupakan ujung tombak penyaluran gas elpiji sunbsidi kepada masyarakat Bengkulu Utara.
Syahbani menambahkan, Dinas Perdagangan akan melakukan pengawasan secara berkala dengan melibatkan berbagai pihak, termasuk Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD).
Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya penyimpangan distribusi, penimbunan, serta penjualan LPG di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang dapat memicu keresahan di masyarakat.
Menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara juga akan melakukan peninjauan lapangan secara bersama-sama, langkah ini bertujuan untuk memastikan kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, serta memastikan LPG bersubsidi benar-benar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Langlah-langkah yang kami lakukan ini tentunya agar tidak ada kelangkaan di tengah-tengah masyarakat, terlebih saat Ramadan dan Idul Fitri yang kerap alami peningkatan kebutuhan,” ujarnya.
Harga Eceran Tertinggi atau HET LPG 3 kilogram di Kabupaten Bengkulu Utara tahun 2026 ditetapkan bervariasi. Mulai dari Rp.19.000,- hingga Rp21.000,- per tabung, tergantung wilayah kecamatan.
Berikut HET gas elpiji subsidi 3 Kg per kecamatan di Bengkulu Utara :
1. Air Napal Rp.19.000,- per tabung
2. Kerkap Rp.19.000,- per tabung
3. Tanjung Agung Palik Rp.19.000,- per tabung
4. Hulu Palik Rp.19.000,- per tabung
5. Lais Rp.19.000,- per tabung
6. Air Besi Rp.19.000,- per tabung
7. Air Padang Rp.19.000,- per tabung
8. Batik Nau Rp.20.000,- per tabung
9. Arma Jaya Rp.20.000,- per tabung
10. Arga Makmur Rp.20.000,- per tabung
11. Padang Jaya Rp.20.000,- per tabung
12. Ketahun Rp.20.000,- per tabung
13. Pinang Raya Rp.20.000,- per tabung.
14. Giri Mulya Rp.21.000,- per tabung
15. Napal Putih Rp.21.000,- per tabung
16. Ulok Kupai Rp. 21.000,- per tabung
17. Putri Hijau Rp.21.000,- per tabung
18. Marga Sakti Sebelat Rp.21.000,- per tabung
Editor : Usmin









