BI Bengkulu Promosikan 13 Proyek Investasi kepada Investor Asing

oleh -15 Dilihat

Bengkulu– Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Provinsi Bengkulu mempromosikan 13 proyek investasi potensial kepada calon investor dari Malaysia, Jepang, dan Pakistan melalui Bengkulu Regional Investment and Economic Forum (BRIEF) 2026 di Ballroom Hotel Mercure Bengkulu, Senin (12/10/2026).

Forum investasi tahunan tersebut juga dihadiri perwakilan diplomatik Belarus, Palestina, dan Tunisia. Selain mempertemukan pemilik proyek dengan investor, BRIEF 2026 memperluas promosi perdagangan dan pariwisata untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Deputi Gubernur Senior BI Aida S. Budiman mengatakan, investasi berperan penting dalam mengoptimalkan bonus demografi Bengkulu sekaligus meningkatkan kinerja ekspor.

Ia mengapresiasi perluasan cakupan BRIEF 2026 yang mengintegrasikan promosi investasi, perdagangan, dan pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

“Ketiganya saling mendukung dalam memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Aida.

Sebanyak 13 proyek investasi yang ditawarkan mencakup empat sektor, yakni infrastruktur dan energi, hilirisasi, agrikultur, serta pariwisata. Promosi dilakukan melalui presentasi proyek, pameran, dan pertemuan bisnis langsung antara pemilik proyek dan calon investor.

Dalam forum tersebut, tiga kesepakatan investasi dijalin antara pemerintah kabupaten dan investor dari Bengkulu Selatan, Mukomuko, serta Bengkulu Utara. Selain itu, empat nota kesepahaman atau letter of intent (LoI) ditandatangani untuk membangun kemitraan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya produk kopi dan komoditas lokal.

Aida menegaskan, setiap komitmen investasi dan pertemuan bisnis perlu ditindaklanjuti secara konkret agar menghasilkan investasi yang benar-benar terealisasi.

“Setiap LoI dan pertemuan bisnis perlu ditindaklanjuti dengan langkah yang jelas hingga menjadi investasi nyata. Bank Indonesia siap terus mendampingi dan memperkuat sinergi tersebut sesuai kewenangannya,” ujarnya.

BRIEF 2026 turut mendukung pencapaian target investasi Provinsi Bengkulu sebesar Rp5,75 triliun pada 2026. Hingga semester I tahun ini, realisasi investasi telah mencapai 49,67 persen dari target tersebut.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat mengatakan, promosi investasi harus memberikan hasil nyata, mulai dari terbentuknya kemitraan usaha hingga perluasan pasar dan realisasi investasi.

“Harapan kita bersama adalah bahwa promosi yang dilakukan tidak berhenti pada eksposur semata, tetapi benar-benar menghasilkan kemitraan, perluasan pasar, dan pada akhirnya realisasi investasi,” kata Wahyu.

Menurut dia, BI akan terus memperkenalkan potensi Bengkulu kepada investor dan mitra usaha, baik di dalam maupun luar negeri.

Selain investasi dan perdagangan, BRIEF 2026 memperkuat promosi pariwisata melalui peluncuran Bengkulu Tourism Package Handbook bertajuk “The Hidden Paradise of Sumatra”. Panduan yang disusun bersama Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu dan Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) itu memuat lima paket wisata siap jual berdurasi dua hingga empat hari.

Paket wisata tersebut menawarkan berbagai pengalaman, antara lain penjelajahan habitat bunga Rafflesia, konservasi gajah, wisata kuliner pesisir, dan perjalanan menggunakan kereta Molek. Paket itu diharapkan dapat dipasarkan oleh agen perjalanan maupun ditawarkan kepada pemerintah.

Promosi pariwisata juga dilakukan melalui Explore Bengkulu Video Challenge pada 29 September hingga 7 Oktober 2026. Kegiatan tersebut melibatkan lebih dari 110 kreator konten lokal untuk memperkenalkan potensi wisata Bengkulu melalui media sosial. Lima kreator terbaik menerima penghargaan dalam rangkaian BRIEF 2026.

Perluasan promosi tersebut diharapkan dapat membuka sumber pertumbuhan ekonomi baru. Pada triwulan II 2026, ekonomi Bengkulu tumbuh 5,11 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), sedangkan inflasi pada September 2026 tercatat sebesar 3,38 persen secara tahunan.

Berdasarkan Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025, sebanyak 68,75 persen penduduk Bengkulu berada pada kelompok usia produktif. Kondisi tersebut menjadi potensi untuk mendorong investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja berkualitas dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, BI berperan menghubungkan pemilik proyek dengan investor dan calon pembeli melalui jejaring Investment Relations Unit (IRU), Regional Investor Relations Unit (RIRU), dan Global Investor Relations Unit (GIRU).

Bengkulu merupakan satu dari 14 RIRU di Indonesia yang terhubung dengan lima GIRU BI di Singapura, Tokyo, London, New York, dan Beijing.

Melalui sinergi tersebut, BRIEF 2026 diharapkan mampu mendorong realisasi investasi, meningkatkan ekspor, memperluas pasar produk UMKM, serta mengembangkan sektor pariwisata Bengkulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.