Bengkulu-Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat mengatakan, Bengkulu memiliki potensi besar dalam pengembangan industri halal, terutama pada sektor makanan dan modest fashion.
“Secara global kita sudah berada di peringkat tiga untuk sektor tertentu dalam ekonomi halal. Ini menunjukkan potensi besar yang harus terus kita dorong, terutama karena mayoritas masyarakat kita adalah Muslim,” kata Wahyu Yuwana Hidayat pada pembukaan Opening Ceremony Bengkulu Road to Festival Ekonomi Syariah (BERKAH) yang disinergikan dengan Festival Edukasi Inflasi (FLEKSI) 2026, di Atrium Bencoolen Mall Bengkulu, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah Regional Sumatera sekaligus upaya memperkuat literasi ekonomi syariah dan pengendalian inflasi di daerah.
Wahyu menambahkan, industri halal di Bengkulu telah berkembang cukup pesat. Produk-produk seperti modest fashion, kuliner halal, hingga kain tradisional seperti batik Besurek dan tenun daerah menjadi kekuatan utama dalam mendukung ekonomi syariah.
Meski demikian, katanya setiap produk yang dihasilkan perlu dilengkapi dengan sertifikasi halal guna meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang bersangkutan. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat foto bersama sejumlah UMKM Syariah menerima lebel sertifikat halal atas produk yang mereka pada pening Ceremony Bengkulu Road to Festival Ekonomi Syariah (BERKAH) yang disinergikan dengan Festival Edukasi Inflasi (FLEKSI) 2026, di Atrium Bencoolen Mall Bengkulu.(Foto HB/Usmin)“Kadang kita merasa makanan itu halal, tetapi konsumen belum tentu yakin jika belum ada sertifikat. Karena itu, kami terus mendorong percepatan sertifikasi halal,” tambah Wahyu.
Dia menambahkan, Bank Indonesia Bengkulu juga aktif memberikan dukungan melalui berbagai program, seperti pelatihan, pendampingan sertifikasi halal, penyediaan juru sembelih halal, hingga sertifikasi Rumah Potong Hewan (RPH).
Selain itu, kegiatan ini juga menghadirkan business matching antara pelaku usaha dengan perbankan syariah untuk memperkuat akses pembiayaan. “Kita dorong intermediasi antara perbankan syariah dan pelaku usaha agar terus berjalan dan semakin kuat,” ujarnya.
Meski saat ini pangsa pasar perbankan syariah masih lebih kecil dibandingkan perbankan konvensional, tapi tetap optimistis sektor ini akan terus tumbuh dan berkembang di masa mendatang.
Kegiatan BERKAH x FLEKSI 2026 menghadirkan berbagai rangkaian acara menarik, di antaranya Sharia Fair, Sharia Talkshow, dan Sharia Competition terbuka bagi masyarakat umum di Provinsi Bengkulu.
Bank Indonesia berharap melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya ekonomi syariah, dan sekaligus memperkuat stabilitas ekonomi daerah melalui edukasi inflasi.
Editor : Usmin











