BI Bengkulu Dorong Tenun Lokal Tembus Pasar Nasional

oleh -58 Dilihat

Bengkulu– Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Bengkulu mendorong pengembangan dan pemasaran kain tenun karya perajin daerah agar mampu menembus pasar lokal hingga nasional.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat mengatakan potensi kain tenun yang dihasilkan masyarakat Bengkulu cukup besar karena memiliki kualitas yang mampu bersaing dengan produk tenun dari daerah lain di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Wahyu di hadapan puluhan wartawan peserta Pelatihan Wartawan Ekonomi yang digelar BI Bengkulu di Curup, Kabupaten Rejang Lebong, Rabu (9/9/2026).

“Saya sudah banyak mendapat informasi bahwa tenun yang dihasilkan perajin cukup bagus dan kualitasnya bisa bersaing dengan tenun daerah lain di Indonesia,” ujar Wahyu.

Menurut dia, potensi tersebut belum digarap secara optimal sehingga produk tenun Bengkulu masih kurang dikenal, baik di tingkat lokal maupun nasional.

Untuk itu, BI Bengkulu akan mendorong pengembangan usaha tenun daerah melalui berbagai program, antara lain pembinaan terhadap kelompok perajin dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta membantu membuka akses pemasaran produk khas Bengkulu ke pasar yang lebih luas.

“Saya sangat optimistis jika usaha tenun ini dikembangkan melalui pembinaan yang profesional, akan maju dan berkembang pada masa mendatang,” katanya.

Wahyu mengatakan pengembangan komoditas lokal membutuhkan kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.

Ia mencontohkan keberhasilan BI Bengkulu bersama pemangku kepentingan daerah dalam mendorong ekspor perdana kopi Bengkulu ke Italia sebanyak 19,2 ton dengan nilai sekitar Rp1,2 miliar.

Menurut Wahyu, ekspor kopi ke Italia tidak mudah dan membutuhkan proses panjang karena berbagai persyaratan harus dipenuhi, mulai dari standar kualitas kopi hingga kesiapan sarana dan prasarana pelabuhan untuk pengiriman ke negara tujuan.

“Namun, dengan tekad yang kuat, Bank Indonesia Perwakilan Bengkulu bersama para pemangku kepentingan di daerah akhirnya mampu membawa kopi Bengkulu menembus pasar dunia,” ujarnya.

Ekspor perdana kopi Bengkulu ke Italia tersebut dilepas Wakil Gubernur Bengkulu Mian dan disaksikan sejumlah kepala daerah, antara lain Bupati Kepahiang Zurdi Nata serta jajaran pemerintah daerah lainnya.

Wahyu mengatakan ekspor langsung dari Bengkulu menjadi langkah penting untuk mengakhiri kondisi ketika komoditas daerah diproduksi di Bengkulu, tetapi lebih dikenal melalui daerah lain karena proses pemasaran dan ekspornya dilakukan dari provinsi tetangga.

Selama ini, sebagian besar kopi hasil panen petani Bengkulu dijual ke sejumlah daerah lain, seperti Lampung dan Sumatera Selatan. Kondisi tersebut terjadi antara lain karena aktivitas eksportir kopi di Bengkulu sempat mengalami kemunduran.

Akibatnya, kopi asal Bengkulu kurang dikenal di pasar nasional maupun internasional karena pengiriman untuk ekspor dilakukan melalui daerah lain.
Dengan adanya ekspor perdana 19,2 ton kopi Bengkulu ke Italia, kata Wahyu, komoditas kopi daerah tersebut diharapkan semakin dikenal oleh penikmat kopi di luar negeri.

“Ekspor perdana kopi Bengkulu ke Italia ini menjadi titik awal kejayaan kopi daerah ini,” katanya.

Ia berharap seluruh pihak yang berkepentingan dalam pengembangan komoditas kopi terus mempertahankan capaian tersebut sehingga ekspor kopi Bengkulu dapat dilakukan secara rutin, baik ke Italia maupun negara-negara lain di Eropa dan berbagai belahan dunia.

Menurut Wahyu, kelancaran ekspor kopi tidak hanya mendatangkan devisa bagi daerah, tetapi juga berpotensi meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani.

“Kalau ekspor kopi Bengkulu terus berjalan, manfaatnya tidak hanya bagi daerah, tetapi juga akan meningkatkan pendapatan petani dan kesejahteraan masyarakat,” demikian Wahyu.

 

Editor  : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.