Antisipasi Gizi Buruk, BKKBN Kampanye Stunting di Kampung KB Perbatasan Bengkulu

oleh -275 Dilihat
Plt Kepala BKKBN Bengkulu, Iqbal Apriansya, anggota Komisi IX DPR dapil Bengkulu, Elva Hartati dan Kepala Dinas DPPKBP3A Kabupaten Mukomuko, Ramadhan Panji Surya saat menghadiri acara kampanye stuntung di Desa Bumi Mulya, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Senin 7 Agustus 2023.(Foto HB/Idris)
Plt Kepala BKKBN Bengkulu, Iqbal Apriansya, anggota Komisi IX DPR dapil Bengkulu, Elva Hartati dan Kepala Dinas DPPKBP3A Kabupaten Mukomuko, Ramadhan Panji Surya saat menghadiri acara kampanye stuntung di Desa Bumi Mulya, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Senin 7 Agustus 2023.(Foto HB/Idris)

Bengkulu- untuk mengantisipasi munculnya kasus gizi buruk di wilayah Bengkulu, anggota DPR-RI dan BKKBN Bengkulu melakukan kampanye stunting di Kampung KB di perbatasan Bengkulu.

Hal ini dilakukan dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) mulai dari walayah pinggiran sejalan dengan tujuan dikembangkannya program Kampung Keluarga Berkualitas (KB) dan akselerasi percepatan penurunan stunting di Provinsi Bengkulu.

Tujuan dikembangkannya program kampung Keluarga Berkualitas adalah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di tingkat kampung atau desa melalui pelaksanaan progam pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana (Bangga Kencana).

Kampanye stunting di kampung KB daerah perbatasan itu, dilaksanakanĀ  anggota Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) dapil Bengkulu, Elva Hartati dan Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, di Desa Bumi Mulya, Kecamatan Penarik, Kabupaten Mukomuko, Senin (7/8/2023).

Kampanye Stunting di Desa Bumi Mulya berpenduduk sekitar 2.200 jiwa itu, selain dihadari anggota Komisi IX DPR-RI, Elva Hartati juga Pelaksana tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu M Iqbal Apriansyah, serta Kepala DPPKBP3A Kabupaten Mukomuko yang mewakili pemerintah kabupaten setempat, Ramadhan Panji Surya.

Plt Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu, M Iqbal Apriansyah mengatakan, kampanye ini merupakan komitmen bersama pemerintah pusat, provinsi, kabupaten hingga desa bergerak bersama mempersiapkan generasi muda yang berdaya bersaing dan unggul pada Indonesia Emas di 2045.

“Kita bersama – sama melakui kampanye ini memberikan manfaat secara langsung khususnya bagi masyarakat pedesaan,” kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, M Iqbal Apriansyah saat menyampaikan laporan kampanye stunting di Mukomuko.

Guna meluasnya informasi pencegahan stunting pemerintah mengikutsertakan ratusan peserta dari berbagai unsur dan kelompok umur diantaranya pasangan usia subur (PUS), tokoh masyarakat serta kelompok remaja Generasi Berencana (GenRe) untuk menggali pengetahuan tentang risiko stunting. “Pada kampanye hari ini kita hadirkan peserta sebanyak 350 orang warga Kecamatan Penarik, ” kata Plt Kepala Pwk BKKBN Bengkulu, Iqbal Apriansyah saat menyampaikan laporannya.

Iqbal mengatakan, kampanye percepatan penurunan stunting di Bengkulu merupakan sebuah bentuk kolaborasi antar lintas lembaga pemerintah dan swasta dan secara langsung dilakukan bersama DPR RI agar ke depan dapat menemukan langkah kolaboratif, produktif dan solutif dengan mengampanyekan penurunan stunting di Bumi Rafflesia ini.

Ia mengajak pemerintah untuk memberdayakan tenaga penyelenggara KB, seperti adanya kader KB desa, PLKB hingga tim pendamping keluarga (TPK) yang ada di setiap desa dan di Kab. Mukomuko terdapat 150 desa,” kata Iqbal.

Kepala Dinas DPPKBP3A Kabupaten Mukomuko, Ramadhan Panji Surya menilai langkah kampanye ini amat positif dalam menekan kasus stunting. Dan patut diteruskan secara berkesinambungan di daerah. Sebab, kampanye stunting selama ini telah bersentuhan langsung kepada kelompok sasaran yaitu masyarakat dari berbagai kelompok umur.

Nikah Dini

Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI Elva Hartati menyampaikan bahwa stunting adalah masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu yang panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.

Hal ini akan berdampak pada gangguan pertumbuhan anak yang berpotensi Indonesia gagal meraih Indonesia Emas 2045. Untuk mengatasi hal tersebut, perlu dilaksanakan kampanye dengan strategi terpadu.
“Hindari menikah di usia anak, dan menerapkan pola pernikahan 21-25 tahun. Selain itu, kita juga perlu untuk membangun Kampung KB melalui program dashat dan Pemberdayaan TPK secara optimal.

Hal paling utama dalam mencegah stunting melalui pemberian gizi pada calon bayi sejak dalam kandungan yakni dari 1000 hari pertama kehidupan (HPK). 1000 HPK adalah fase kehidupan yang dimulai sejak terbentuknya janin pada saat kehamilan (270 hari) sampai dengan anak berusia 2 (dua) tahun (730 hari). Pada periode inilah organ-organ vital (otak, hati, jantung, ginjal, tulang, tangan atau lengan, kaki dan organ tubuh lainnya) mulai terbentuk dan terus berkembang.

Beberapa hal yang perlu orang tua lakukan dalam masa 1000 hari pertama kehidupan anak yaitu dengan mengonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang selama kehamilan. Hindari merokok, konsumsi alkohol, dan penyalahgunaan obat-obatan. Mengontrol stres saat hamil hingga fase melahirkan dan merawat anak.(irs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.