Alur Pelabuhan Terus Dikeruk, Kapal Tongkang Masih Kandas di Pulau Baai, Bengkulu

oleh -39 Dilihat

Bengkulu– Pengerukan alur dangkal pelabuhan Pullau Baai, Bengkulu, sidah dilakukan sejak tahun 2025 dan berlanjut tahun 2026. tapi keluar masuk kapal barang di pelabuhan samudera ini masih belum aman allias lancar.

Pasalnya. meski sudah dilakukan penggerukan oleh pihak PT Pelindo Regional 2 Bengkullu, tetap saja terjadi kapal kandas akibat alur dangkal.

Kasus terakhir kapal tongkang kandas di alur masuk pelabuhan Pulau Baai terjadi pada Jumat ( 21/8/2026) lalu.
Akibat kejadian ini beberapa kapal barang baik mau masuk dan keluar pelabuhan Pulau Baai menjadi terganggu karena harus antrean menunggu pihak pelabuhan menyelematkan kapal kandas tersebut.

Hal ini sangat merugikan para pengusaha penyewa kapal baik dari segi waktu maupun biaya operasional yang harus ditanggung mereka.

“Kasus seperti ini bukan baru pertama kali terjadi, tapi berulang-ulang hal serupa terjadi dan sangat merugikan para pengusaha kapal,” ujar salah seorang pengguna jasa pelabuhan di Bengkulu, Selasa (25/8/2026).

Ia menilai belum lancarnya keluar masuk kapal di pelabuhan tersebut, meski sudah dilakulan penggerukan ada dugaan PT Pelindo Regional 2 tidak serus mengatasi pendangkalan pelabuhan tersebut.

Hal ini terbukti sudah dua tahun dikeruk, tahun 2025 dan 2026, tapi alur masih tetap dangkal, dan sudah belasan kapal di pelabuhan terbesar di Bengkulu ini, kandas saat masuk dan keluar pelabuhan tersebut.

Dengan kondisi alur pelabuhan Pulau Baai yang demikian, katanya sulit untuk mewujudkan impian Pemprov Bengkulu menjadikan pelabuhan Pulau Baai sebagai pintu gerbang ekonomi Sumatera, khususnya Bengkulu

“Terus terang kalau melihat kondisi   pelabuhan Pulau Baai saat ini sulit mewujudkan Pulau Baai sebagai pintu gerbang ekonomo Bengkulu, siapa pun pimpinan provinsi ini,” tambahnya

Selain itu, merreka juga mempertanyakan kedalaman hasil pengerukan tahap pertama tahun 2025, dan biaya yang dikeluarkan pihak PT Pelindo Regional 2 Bengkulu. Demikian juga target kedalaman pengerukan dan biaya yang disiaplkan juga tidak dijelaskan.

Dengan demikian, lanjutnya ada dugaan kegiatan pengerukan pelabuhan Pulau Baai; Bengkulu yang ditutupi. Semestinya hal ini tidak terjadi karena era transparan sehingga masyarakat harus mengetahui kegiatan tersebut.

Tetkait masih dangkal alur, ia mengharapkan pihak Pelindo Regoonal 2 Bengkulu segera menuntaskan kegiatan pengerukan dengan kedalam alur sesuai target, sehinggal kapal barang masuk ke Bengkulu dalam keadaan aman dan lancar.

Selain itu. kedepan tidak ada lagi kapal dan tongkang kandas saat masuk dan ke luar dari pelabuan, sehingga pengusaha jasa penyewa kapal dan angkutan barang tidak dirugikan seperti terjadi saat ini. akibat sering kapal dan tongkang kandas.

Dengan terjaganya kedalaman alur maka kapal dan tongkang masuk ke pelabuhan ini tidak ada hambatan, dan kapan saja bisa dilakukan tanpa nunggu air pasang dan dipandu oleh kapal pemandu yang disiapkan pihak  pelabuhan setempat

Jika kondisi seperti ini terus menerus terjadi, maka harapan pelabuhan Pulau Baai sebagai pintu getbang ekonomi Bengkulu hanya sebatas wacana semata.

Sementara itu,  General Manejer (GM) PT Pelindo Regional 2 Bengkulu, Dimas belum dapat dikonfirmasi terkait masalah ini.(**)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.