UTBK-SNBT di Unib Diikuti 10.401 Peserta, Rektor Tinjau Langsung dan Data Anomali Diawasi Ketat

oleh -28 Dilihat

Bengkulu –Pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer–Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) 2026 resmi dimulai secara serentak pada Senin (21/4/2026) di seluruh Indonesia, termasuk di Universitas Bengkulu (Unib). Tahun ini, sebanyak 10.401 peserta mengikuti UTBK di Unib yang dibagi ke dalam 20 sesi ujian selama 10 hari, hingga 30 April 2026.

Pada hari pertama pelaksanaan, Rektor Unib Prof. Dr. Indra Cahyadinata, SP, M.Si bersama jajaran pimpinan universitas melakukan peninjauan langsung ke sejumlah lokasi ujian di kampus utama kawasan Kandang Limun. Peninjauan turut didampingi para Wakil Rektor, Ketua dan Sekretaris Senat Universitas, para Dekan, Ketua Lembaga, serta pengawas eksternal dari Universitas Airlangga.

Dalam monitoring tersebut, Rektor dan rombongan memastikan seluruh aspek teknis berjalan lancar tanpa mengganggu konsentrasi peserta. Rombongan hanya melakukan pemantauan dari luar ruang ujian.

“Kita tidak masuk ke ruang tes agar tidak mengganggu konsentrasi peserta. Pemantauan dilakukan dari depan ruangan untuk memastikan seluruh proses berjalan baik, fasilitas tersedia optimal, serta petugas dan pengawas menjalankan tugas secara profesional dan penuh tanggung jawab, termasuk memitigasi potensi kecurangan,” ujar Prof. Indra.

Sementara itu, Wakil Rektor I Bidang Akademik Unib yang juga Ketua Panitia Lokal UTBK-SNBT 2026, Prof. Kamaludin, menyampaikan bahwa jumlah peserta tahun ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

“Peserta UTBK-SNBT di Unib tahun ini mencapai 10.401 orang, meningkat dari 9.224 orang pada tahun 2025. Meskipun tidak semua peserta memilih Unib, berdasarkan data panitia pusat, jumlah pendaftar yang memilih Unib sebagai tujuan studi mencapai lebih dari 11.000 orang. Ini menunjukkan tren peningkatan minat terhadap Unib dari tahun ke tahun,” jelasnya

Lebih lanjut, Prof. Kamaludin menegaskan bahwa seluruh pelaksanaan UTBK-SNBT di Unib berjalan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang ditetapkan panitia pusat. Termasuk dalam hal pengawasan terhadap data peserta yang terindikasi anomali.

“Di Unib terdapat sekitar 150 data peserta yang tergolong anomali. Seluruhnya telah dipetakan dan melalui proses screening ketat sebelum memasuki ruang ujian. Metode screening dilakukan secara khusus agar tidak mengganggu kenyamanan peserta lain,” tambahnya dalam rapat monitoring dan evaluasi (monev) di ruang UPA TIK Unib.

Pada kesempatan yang sama, Humas Panitia Lokal UTBK-SNBT Unib, Iqbal Rahmat Gani, M.Kesos menjelaskan bahwa pelaksanaan ujian tersebar di delapan lokasi dengan total 16 ruang ujian. Lokasi tersebut meliputi Laboratorium Komputer UPA TIK, Laboratorium Pembelajaran FKIP, Gedung Perpustakaan, Laboratorium Terpadu Fakultas Teknik, ruang komputer FKIK, Gedung S FEB, serta ruang komputer Gedung Moot Court Fakultas Hukum.

UTBK-SNBT di Unib berlangsung selama 10 hari dengan dua sesi setiap harinya, yakni sesi pagi pukul 06.45–10.30 WIB dan sesi siang pukul 12.30–16.15 WIB. Setiap sesi diikuti sekitar 520 peserta.

Tahun ini, Unib juga memfasilitasi lima peserta disabilitas yang mengikuti ujian dengan layanan khusus pada sesi kedua hari pertama di lantai dasar Gedung S Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Dari sisi pelaksanaan, setiap sesi ujian melibatkan 83 panitia yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan berpengalaman. Mereka terbagi dalam berbagai peran, antara lain Penanggung Jawab Lokasi (PJL), Wakil Penanggung Jawab Lokasi (WPJL), Penanggung Jawab Ruang (PJR), pengawas, serta teknisi komputer.

“Untuk kehadiran peserta, data akan diperbarui setiap hari. Pada sesi pertama hari ini tercatat 14 peserta tidak hadir karena melewati batas waktu toleransi yang ditetapkan,” pungkas Iqbal. 

Humas Unib. :  Purna Herawan

Esitor  : Usmin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.