Bengkulu- Universitas Bengkulu (Unib) berangkatkan sebanyak 20 orang mahasiswa untuk membantu korban bencana banjir di Provinsu Sumatera Barat (Sumbar).
“Ada 20 orang mahasiswa Unib kita berangkatkan untuk membantu para korban bencana banjir di Sumbar. Mereka yang kita berangkatlkan ke Sumbar sebagai pengganti kuliah kerja nyata (KKN),” kata Rektor Unib, Indra Candranita pada acara Coffe Morning, di ruang pojok I, Gedung Perpusataan Unib, Selasa (16/12/2025).
Hadir dalam Coffe Morning tersebut, antara Warek I Bidang Akademik Prof Kamaludin, Warek II Bidang Keuangan dan Umum, Dr Yulian Fauzi, Warek III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof Agustin Zarkani, serta Warek IV Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Prof Ashar Muda Lubis.
Selain itu juga hadir Ketua Senat Universitas Bengkulu, Prof Herawan Sauni dan Pejabat PPID Unib, Yar Johan serta staf humas Unib. Acara Coffe Morning ini berlangsung santai dan lancar.
Rektor Indra menambahkan, mahasiswa Unib yang diberangkat ke lokasi bencana banjir di Sumbar, selama lebih kurang dua bulan sesaui waktu KKN. “Jadi, mahasiswa yang berangkat ke lokasi bancana banjir di Sumbar tidak mengikuti KKN lagi, karena sudah mengabdikan diri membantu masyarakat terkena bencana tersebut.” ujarnya.
Universitas Bengkulu selain mengirimkan puluhan mahasiswa ke daerah terkena bencana di Sumbar juga mengirimkan bantuan untuk para korban bencana banjir Sumatera meliputi Sumbar, Sumut dan Aceh.
Bantuan kemanusian yang sudah disalurkan Unib ke warga korban bencana di Aceh, Sumut dan Sumbar tercatat sebanyak Rp 60 juta. Bantuan ini disalurkan melalui beberapa perguruan tinggi daerah masing-masing, di antaranya untuk Aceh lewat Universitas Syiah Kuala, Sumbar melalui Universitas Andalas dan Sumut melalui USU.
“Ada enam perguruan tinggi kita libatkan dalam penyaluran bantuan korban bencana banjir Sumatera yang berasal dari Universitas Bengkulu. Semoga bantuan yang kita berikan ini dapat meringankan beban penderitaan saudara kita yang terkena musibah banjir di tiga provinsi tersebut,” ujar Indra.
Selain itu, Unib juga mengirimkan beberapa orang tenaga dibidang kesehatan ke lokasi banjir Sumatera, termasuk mengirim sebanyak 20 orang mahasiswa ke Padang, Sumbar.
Mahasiswa Terdampak Banjir
Rektor Unib menambahkan, dari hasil pendataan pihak universitas tercatat ada 26 mahasiswa Unib yang terdampak bencana banjir dari Aceh, Sumut dan Sumbar. Mereka terdiri terdampak sangat, terdampak sedang 11 orang dan terdampak ringan sebanyak 4 orang.
Bagi mahasiswa yang sangat terdampak, kata Rektor Indra akan diberikan keringanan oleh Universitas Bengkulu berupa pembebasan uang kuliah tunggal (UKT) yang diberlakukan pada semester genap tahun 2026 mendatang.
Selain itu, data mahasiswa Unib yang terdampak banjir Sumut, Aceh dan Sumbar juga telah disampaikan ke Pemprov Bengkulu beberapa waktu lalu. Hal ini sesuai permitaan Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan meminta Unib melakukan pendataan mahasiswa korban bencana Sumatera.
Data tersebut, dibutukan Pemprov Bengkulu untuk membantu mahasiswa Unib yang berasal dari daerah terdampak banjir Aceh, Sumut dan Sumbar.
Editor : Usmin










