Unib Inisiasi Pusat Unggulan Pembangunan Rendah Karbon dan Ketahanan Iklim

oleh -23 Dilihat

Bengkulu– Universitas Bengkulu (Unib) menginisiasi pembentukan Centre of Excellence (CoE) Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim (PRKBI) sebagai upaya memperkuat dukungan ilmiah terhadap implementasi pembangunan berkelanjutan dan ketahanan iklim di Provinsi Bengkulu.

Rektor Universitas Bengkulu, Prof. Dr. Indra Cahyadinata mengatakan, Pemerintah Provinsi Bengkulu telah memiliki komitmen kuat melalui Rencana Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Tahun 2025-2045. Namun, komitmen tersebut perlu didukung oleh riset, inovasi, data, dan implementasi nyata di lapangan.

“Kita melihat Pemerintah Provinsi Bengkulu telah memiliki komitmen yang kuat melalui Rencana Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim Tahun 2025 hingga 2045. Namun, komitmen tersebut harus didukung oleh ilmu pengetahuan, data, riset, inovasi, dan kerja nyata di lapangan. Di sinilah Universitas Bengkulu hadir,” kata Indra.

Menurut dia, pembentukan CoE PRKBI merupakan langkah strategis untuk memperkuat kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berketahanan iklim.

Ia menegaskan paradigma perguruan tinggi saat ini tidak hanya berfokus pada pendidikan dan publikasi ilmiah, tetapi juga dituntut mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

“Ketika petani menghadapi perubahan pola musim, masyarakat pesisir menghadapi ancaman abrasi, atau pemerintah memerlukan dasar kebijakan yang kuat dan berbasis data, maka perguruan tinggi harus hadir sebagai bagian dari solusi,” ujarnya.

Indra mengatakan Unib memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk ikut menyelesaikan berbagai persoalan daerah melalui penguatan riset, kajian, dan kolaborasi lintas sektor.

Melalui CoE PRKBI, lanjut dia, Unib ingin memperkuat peran kampus sebagai pusat kolaborasi, pusat kajian, dan pusat lahirnya berbagai gagasan yang dapat mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pembangunan rendah karbon.

Ia berharap forum diskusi kelompok terpumpun (FGD) yang digelar terkait pembentukan CoE PRKBI dapat menghasilkan arah pengembangan yang jelas, agenda kerja yang konkret, serta tindak lanjut yang dapat segera direalisasikan.

Sementara itu, Tim Leader Implementasi Low Carbon Development Initiative (LCDI) Unib, Dr. Yansen, menjelaskan pembentukan CoE PRKBI merupakan bagian dari agenda penguatan implementasi pembangunan rendah karbon di Provinsi Bengkulu pada 2026.

Menurut dia, program tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan tahun sebelumnya yang telah berkontribusi dalam penyusunan Peraturan Gubernur Bengkulu dan Dokumen Rencana PRKBI Provinsi Bengkulu 2025-2045.

Dalam paparannya, Yansen menjelaskan berbagai aspek penting pembentukan CoE PRKBI, mulai dari urgensi, peluang, tantangan, model bisnis, hingga kebutuhan infrastruktur pendukung.
Melalui diskusi yang berlangsung dinamis, mayoritas peserta menyatakan dukungan terhadap pembentukan Centre of Excellence PRKBI di bawah koordinasi Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unib.

Dukungan tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Unib untuk memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul dalam bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga mampu menghadirkan solusi bagi pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berketahanan iklim.

 

Editor. : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.