TAPD Bengkulu Siapkan Dua Skenario KUA-PPAS, Pinjaman Daerah Masih Dibahas

oleh -11 Dilihat

Bengkulu Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Bengkulu menyiapkan dua skenario dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran

Sementara (KUA-PPAS), yakni dengan atau tanpa pinjaman daerah. Kedua skenario tersebut disiapkan untuk menyesuaikan kemampuan keuangan daerah dengan kebutuhan pembangunan, terutama infrastruktur.

Sekretaris Daerah Provinsi Bengkulu Herwan Antoni mengatakan, skema pinjaman memungkinkan belanja infrastruktur atau belanja modal mencapai sekitar Rp 1 triliun. Namun, jika pinjaman tidak direalisasikan, alokasi belanja modal akan berkurang.

Hal itu disampaikan Herwan saat memimpin rapat koordinasi TAPD di ruang kerjanya, Kamis (8/10/2026).

Rapat tersebut dihadiri sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD), antara lain Kepala Baperida, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), serta Asisten III Bidang Administrasi Umum.

Menurut Herwan, rancangan KUA-PPAS telah disampaikan kepada DPRD Provinsi Bengkulu. Dalam pembahasan itu, rencana pinjaman daerah melalui Bank Jabar Banten (BJB) tetap diusulkan sebagai salah satu alternatif pembiayaan pembangunan.

“Kalau kita tidak meminjam, KUA-PPAS kita seperti ini. Kalau kita meminjam, skenarionya juga sudah kita siapkan. Dengan mekanisme pinjaman, belanja infrastruktur atau belanja modal kita bisa mencapai sekitar Rp 1 triliun. Tetapi kalau tidak menggunakan pinjaman, tentu akan berkurang,” kata Herwan.

Ia menegaskan, usulan pinjaman tersebut telah disampaikan secara resmi kepada DPRD. Selanjutnya, keputusan mengenai rencana tersebut akan dibahas bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD.

“Sudah kita sampaikan dan sudah kita surati dewan. Ini namanya usulan, tetap kita usulkan. Selanjutnya tinggal pembahasan di Banggar dan nanti tentu akan ada kesimpulan,” ujarnya.

Herwan mengatakan, TAPD akan terus berkoordinasi dengan Banggar DPRD untuk menentukan skema anggaran yang paling sesuai dengan kondisi keuangan daerah dan prioritas pembangunan.

“Dengan Banggar, TAPD selalu berdiskusi dan membahas bersama. Jadi nanti kita cari yang terbaik,” katanya.

 

Editor :  Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.