Senator Destita: Ketahanan Pangan Daerah Tanggung Jawab Bersama

oleh -13 Dilihat

Seluma — Ketahanan pangan daerah membutuhkan kolaborasi pemerintah, petani, dan berbagai pemangku kepentingan.

Selain meningkatkan produksi, upaya tersebut perlu didukung ketersediaan air, sarana pertanian, serta pemanfaatan teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan kesejahteraan petani.

Hal itu disampaikan anggota DPD RI dari daerah pemilihan Bengkulu, Destita Khairilisani, saat menghadiri panen raya padi PM AAS dan serah terima bantuan combine harvester dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu kepada Kelompok Tani Karya Mukti di Desa Sari Mulyo, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Seluma, Selasa (20/10/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Seluma Teddy Rahman, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat, serta sejumlah pemangku kepentingan di sektor pertanian.

Destita mengapresiasi keberhasilan petani mempertahankan produksi padi di tengah musim kemarau yang berdampak pada ketersediaan air. Menurut dia, keberhasilan panen perlu diikuti dukungan sarana produksi dan kebijakan yang membantu petani menjaga produktivitas.

“Alhamdulillah, panennya berhasil dan bisa menambah pasokan gabah daerah yang tentu dapat menjaga kebutuhan beras lokal,” ujar anggota Komite IV DPD RI tersebut.

Ia mendorong penguatan sinergi pemerintah pusat dan daerah untuk memastikan program pertanian berjalan efektif. Dukungan berupa pipanisasi dan pompanisasi, misalnya, diperlukan untuk mengatasi keterbatasan air agar petani dapat mempertahankan produktivitas dan meningkatkan frekuensi tanam.

Destita juga mengapresiasi bantuan alat dan mesin pertanian dari Bank Indonesia. Menurut dia, penggunaan teknologi pertanian dapat mempercepat proses panen, menekan biaya produksi, dan membantu petani menghadapi keterbatasan tenaga kerja.

Ia berharap alat tersebut dapat dimanfaatkan secara bersama-sama oleh kelompok tani, sehingga manfaatnya menjangkau lebih banyak petani. Pengelolaan yang baik juga berpeluang menjadikan layanan penggunaan mesin sebagai sumber pendapatan kelompok tani.

“Harapannya, panen raya ini menjadi berkah bagi kita semua sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan pertanian. Saya juga mengajak generasi muda agar mau terlibat dalam sektor pertanian karena peluangnya masih sangat besar pada tahun-tahun mendatang,” kata Destita.

Sebagai wakil daerah di DPD RI, ia menyatakan terbuka untuk berkolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak dalam memperjuangkan kebutuhan masyarakat, termasuk dukungan bagi sektor pertanian di Kabupaten Seluma.

Perlu dukungan irigasi

Bupati Seluma Teddy Rahman mengatakan, sinkronisasi program lintas sektor diperlukan untuk mempercepat pembangunan pertanian. Pemerintah daerah, kata dia, terus memperbaiki data dan administrasi kelompok tani agar mereka dapat mengakses bantuan dari kementerian maupun lembaga terkait.

Teddy juga menyoroti keterbatasan air yang masih menjadi kendala bagi petani ketika musim kemarau. Karena itu, diperlukan solusi untuk menjamin ketersediaan air sehingga kegiatan pertanian dapat berlangsung lebih optimal.

Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu Wahyu Yuwana Hidayat menjelaskan, bantuan alat dan mesin pertanian diberikan untuk meningkatkan efisiensi produksi.

Pada 2026, bantuan yang disalurkan mencakup tiga unit combine harvester dan satu unit traktor, disertai sejumlah bantuan pendukung lainnya.

Menurut Wahyu, combine harvester dapat mempercepat panen sekaligus mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja manual, terutama ketika panen berlangsung serentak.

Mesin tersebut mengintegrasikan proses pemotongan tanaman, pemisahan gabah, dan pengumpulan hasil panen.

Satu unit mesin berkapasitas besar, lanjut Wahyu, dapat memanen sekitar satu hektare lahan dalam waktu kurang lebih satu setengah jam.

Penggunaan mesin juga berpotensi menekan kehilangan hasil panen dibandingkan metode manual.

Ia menyebut kehilangan gabah dalam panen manual dapat mencapai sekitar 14 persen, sedangkan penggunaan mesin dapat menekannya menjadi sekitar 1–4 persen. Adapun potensi kerusakan gabah akibat faktor teknis diperkirakan sekitar 0,7 persen.

Wahyu mengingatkan kelompok tani penerima bantuan agar mengelola dan memanfaatkan mesin secara optimal, termasuk memberikan kesempatan kepada kelompok tani lain untuk menggunakannya.

Dengan luas lahan kelompok sekitar 23 hektare, penggunaan secara bergiliran diharapkan meningkatkan efektivitas pemanfaatan alat.

Selain itu, kelompok tani didorong mengembangkan usaha bersama dan memperkuat kemandirian keuangan.

Pengelolaan alat secara profesional diharapkan dapat menambah modal usaha sekaligus membuka akses pembiayaan melalui perbankan.

“Kami berharap kelompok tani bisa naik kelas, semakin mandiri, dan mampu memenuhi kebutuhannya secara bertahap. Bank Indonesia siap terus bersinergi agar produktivitas dan kesejahteraan petani meningkat,” ujar Wahyu.

Ketua Kelompok Tani Karya Mukti, Tulus, menyampaikan terima kasih atas bantuan combine harvester tersebut. Ia berharap mesin itu dapat digunakan secara berkelanjutan untuk mengatasi keterbatasan tenaga kerja saat panen.

Tulus juga berharap pemerintah daerah menindaklanjuti usulan pemanfaatan sumber air Sindur yang dinilai berpotensi memenuhi kebutuhan irigasi persawahan, terutama pada musim kemarau.

Kegiatan tersebut turut dihadiri perwakilan Balai Penerapan Modernisasi Pertanian Provinsi Bengkulu, Danlanal Bengkulu, BPS Provinsi Bengkulu, dan pemangku kepentingan lainnya. Dukungan lintas sektor diharapkan dapat memperkuat produksi pangan serta mendorong pertanian Seluma menjadi lebih produktif dan berkelanjutan.

 

 

Editor : Usmin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.