Satgas Damai Cartenz Tindak KKB di Yahukimo, Tiga Anggota Tewas dan Tiga Senjata Api Diamankan

oleh -46 Dilihat

Yahukimo – Tim gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo dan Kompi 3 Batalyon B Pelopor Satbrimobda Papua melaksanakan operasi penegakan hukum terhadap Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue yang dipimpin DPO Ronal Heluka di kawasan KM 4 Logpon, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Jumat (17/7/2026) sekitar pukul 05.45 WIT.
Dalam operasi tersebut, petugas mendapat perlawanan dari kelompok bersenjata sehingga dilakukan tindakan tegas dan terukur sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Tiga anggota KKB dinyatakan meninggal dunia. Berdasarkan hasil identifikasi, ketiganya adalah Roni Rubis, Kumis Passae, dan Orgenes Bayage.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, menjelaskan operasi dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan informasi intelijen mengenai keberadaan kelompok bersenjata di kawasan Logpon, KM 4, Distrik Dekai.
“Berdasarkan hasil pendalaman, kelompok tersebut diduga menggunakan sebuah rumah persinggahan sebagai lokasi aktivitas. Setelah seluruh informasi diverifikasi dan dianalisis, tim gabungan melaksanakan operasi untuk mencegah aksi kekerasan bersenjata yang berpotensi mengancam keselamatan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Yusuf, kelompok tersebut diduga terlibat dalam sejumlah aksi kekerasan bersenjata di Papua sejak 2022, di antaranya pembunuhan personel Kodim 1715/Yahukimo Pratu Eka Yohan Kaize (3 Desember 2022), penembakan mobil patroli Satgas Operasi Damai Cartenz di KM 6 Dekai (26 Mei 2023), pembakaran kendaraan dinas Satbinmas Polres Yahukimo (28 Januari 2025), penganiayaan berat terhadap Ujang Supriayatna (17 Juni 2025), pembunuhan Indra Guru Wardana disertai pembakaran rumah di Kampung Ulakin, Asmat (19 September 2025), penganiayaan terhadap Suwono (12 Februari 2026), pembunuhan tujuh penambang di Kampung Kawe, Pegunungan Bintang (19 Mei 2026), serta kontak tembak dengan personel TNI yang disertai pembakaran bangunan di Distrik Manggelum, Boven Digoel (4 Juni 2026).
Dari lokasi kejadian, petugas mengamankan tiga pucuk senjata api, 43 butir amunisi kaliber 5,56 mm, dua kapak, dua pisau panjang, satu handy talky (HT) Icom, satu peredam senjata, tujuh telepon genggam, serta sejumlah barang bukti lainnya.
“Seluruh barang bukti tersebut akan menjadi bagian penting dalam proses penyidikan untuk mengungkap jaringan kelompok bersenjata ini secara menyeluruh,” kata Yusuf.
Ketiga jenazah telah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Dekai, sedangkan seluruh barang bukti diamankan di Satreskrim Polres Yahukimo.
Petugas juga mengamankan empat orang berinisial OH, SM, MM, dan LM untuk dimintai keterangan. Penyidik masih mendalami peran dan keterkaitan mereka dengan kelompok bersenjata tersebut.
Selain itu, selama pelaksanaan Operasi Damai Cartenz-2026 di Yahukimo, petugas juga telah mengamankan empat orang lain yang diduga memiliki keterkaitan dengan KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yamue, yakni HH, KG, EH, dan AS. Seluruhnya saat ini masih menjalani proses hukum.
“Kami menegaskan bahwa penegakan hukum ini ditujukan kepada pelaku tindak pidana bersenjata yang mengancam keselamatan masyarakat dan petugas, bukan kepada masyarakat sipil. Seluruh tindakan dilaksanakan secara profesional, proporsional, dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegas Yusuf.
Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Irjen Pol. Faizal Ramadhani menegaskan operasi tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam berbagai aksi kekerasan di Yahukimo dan sekitarnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga mengatakan penyidik akan terus mengembangkan penyidikan untuk menelusuri jaringan kelompok bersenjata, asal-usul persenjataan, serta pihak-pihak yang diduga masih terlibat. Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang, tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi, dan segera melaporkan informasi yang dapat membantu proses penegakan hukum.
Hingga kini, penyidik masih melakukan pemeriksaan balistik terhadap senjata api yang diamankan serta mendalami seluruh barang bukti untuk mengungkap jaringan kelompok bersenjata tersebut secara menyeluruh.
Versi ini telah dirapikan dengan gaya bahasa jurnalistik, lebih ringkas, alur lebih runtut, serta tetap mempertahankan substansi dan kutipan penting dari rilis asli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.