Rektor: Unib Targetkan 50 Persen Program Studi Terakreditasi Unggul pada 2029

oleh -30 Dilihat

Bengkulu – Universitas Bengkulu (Unib) terus meningkatkan mutu akademik dan tata kelola perguruan tinggi dengan menargetkan sebanyak 50 persen dari 87 program studi (prodi) terakreditasi unggul pada 2029. Saat ini prodi yang sudah terakredasi unggul sebesar 37 persen atau naik 12 persen dari sebelumnya

Hal tersebut diungkapkan Rektor Unib, Prof  Indra Cahyadinata pada acara Coffe Morning dengan sejumlah media, di Bengkulu,  Selasa (6/10/2026).

Ia mengatakan,  peningkatan kualitas akreditasi menjadi salah satu fokus pengembangan universitas, seiring meningkatnya minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan tinggi di perguruan tinggi negeri tersebut.

Saat ini, sebagian prodi di Unib telah memperoleh akreditasi unggul. Penilaian akreditasi dilakukan oleh lembaga yang berwenang, baik melalui lembaga akreditasi mandiri maupun lembaga akreditasi nasional.

“Akreditasi unggul menjadi salah satu indikator kualitas perguruan tinggi. Karena itu, kami terus mendorong program studi untuk meningkatkan kualitas akademik dan tata kelolanya,” katanya.

Ia mengatakan minat masyarakat terhadap Unib juga cukup tinggi. Pada penerimaan mahasiswa baru 2026, sekitar 43 ribu calon mahasiswa tercatat mengikuti berbagai jalur seleksi, sementara yang diterima sekitar 5.900 mahasiswa.

Selain penerimaan mahasiswa dalam negeri, Unib kini semakin terbuka bagi mahasiswa internasional. Pada 2026, Unib menerima mahasiswa asing dari sejumlah negara melalui program internasional.

Pada angkatan 2025, misalnya, terdapat mahasiswa asing dari sejumlah negara, termasuk Pakistan, Vietnam dan Thailand. Mereka mengikuti perkuliahan pada kelas reguler bersama mahasiswa Unib.

Untuk membantu mahasiswa asing beradaptasi, Unib memberikan pembekalan bahasa Indonesia serta menyiapkan mahasiswa pendamping. Sebagian mahasiswa asing juga ditempatkan di asrama agar lebih mudah berinteraksi dengan lingkungan kampus.

Unib bahkan memberikan fasilitas kepada mahasiswa asing yang mengalami kendala dalam memperoleh visa, termasuk mahasiswa asal Palestina. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Unib dalam memberikan kesempatan pendidikan kepada mahasiswa dari berbagai negara.

“Ini menjadi bagian dari upaya internasionalisasi Unib. Minat mahasiswa asing untuk belajar di Unib juga terus meningkat,” ujarnya.

Dalam pengembangan pendidikan, Unib juga terus memperluas pemberian beasiswa. Saat ini terdapat ratusan mahasiswa yang memperoleh dukungan beasiswa, baik dari pemerintah maupun melalui kerja sama dan sumber pembiayaan lainnya.

Khusus Program Indonesia Pintar (KIP) Kuliah, negara memberikan dukungan biaya pendidikan sekaligus biaya hidup bagi mahasiswa penerima. Pada 2026, sekitar 700 mahasiswa Unib menjadi penerima KIP Kuliah.

Rektor mengatakan dukungan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan mahasiswa dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh akses pendidikan tinggi.

Di sisi lain, Unib terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dosen. Jumlah dosen yang mencapai sekitar 700 orang terus didorong untuk meningkatkan produktivitas penelitian, publikasi ilmiah dan kerja sama akademik.

Unib juga memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, pemerintah daerah dan dunia usaha. Salah satu kerja sama yang dikembangkan berada di bidang energi, termasuk pengembangan potensi panas bumi di Kabupaten Kepahiang.

Selain mengandalkan penerimaan dari Uang Kuliah Tunggal (UKT), Unib juga berupaya meningkatkan pendapatan dari sumber non-UKT melalui Badan Pengelola Usaha (BPU).

BPU Unib mengembangkan berbagai usaha yang memiliki nilai ekonomi, salah satunya sektor kafe dan usaha pendukung kegiatan kampus. Pengembangan unit usaha tersebut diharapkan dapat memperkuat kemandirian pembiayaan universitas.

“Kami terus mendorong inovasi dan pengembangan usaha agar Unib tidak hanya bergantung pada pendapatan dari UKT,” katanya.

Dalam aspek tata kelola, Unib juga berkomitmen mempertahankan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) serta meningkatkan capaian kinerja institusi.

Rektor berharap dukungan dan kerja sama dengan media massa terus diperkuat untuk mendorong kemajuan Unib sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan Provinsi Bengkulu.

Menurut dia, Unib akan terus berkolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Bengkulu guna memperkuat ekosistem pendidikan tinggi di daerah.

Dalam kegiatan tersebut, rektor didampingi Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerja Sama serta Wakil Rektor  dan Warek Bidang Keuangan, Warek Bidang Keuagan, dan Kepala LPPM Unib..

Acara Coffe Morning yang  dipandu pejabat humas Unib, Agung ini dalam rangka   capaian setahun kepemimpinan Porf Indra Cahyadinata sebagai Rektor Unib.

Editor.  Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.