Rakorda TPID Bengkulu, Inflasi Terkendali, Wagub Mian Ajak Semua Pihak Bersinergi

oleh -9 Dilihat
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat dan Wagub Bengkulu Mian pada acara Rakorda TPID di Bengkulu.(Foto/Ist)
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bengkulu, Wahyu Yuwana Hidayat dan Wagub Bengkulu Mian pada acara Rakorda TPID di Bengkulu.(Foto/Ist)

Bengkulu- Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Provinsi Bengkulu Tahun 2025 digelar di Hotel Grage Horizon, Jumat (29/8/2025) siang.

Acara ini dibuka oleh Wakil Gubernur Bengkulu, Mian, bersama Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bengkulu, Wahyu Yuhana, serta dihadiri perwakilan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Rakorda bertujuan memperkuat kolaborasi dan sinergi dalam upaya pengendalian inflasi di Provinsi Bengkulu.

Wakil Gubernur Mian menegaskan, kondisi inflasi di Bengkulu masih terkendali berkat penerapan langkah strategis 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif.

“Kondisi inflasi yang terkendali tentu tidak terlepas dari kerja keras TPID provinsi maupun kabupaten dan kota melalui penerapan berbagai langkah strategis 4K,” ujar Mian.

Selain itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga stabilitas inflasi. “Kunci utamanya adalah memperkuat kolaborasi dan sinergi. Saya mengajak seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Bengkulu untuk memperkuat koordinasi dan kerja sama di tingkat daerah,” tambahnya.

Disambutannya Wagub Mian juga mendorong agar TPID dan TP2DD Bengkulu aktif membangun jejaring dengan daerah lain. “Kita perlu berjejaring dengan provinsi lain agar pengendalian inflasi di Bengkulu semakin optimal,” tutupnya.

Mantan Bupati Bengkulu Utara ini menambahkan, pihaknya memberikan apresiasi kepada Bank Inodenesia daerah ini telah  melaksanakan langkah-langkah dalam mengendalikan Inflasi, seperti mengelola suku bunga, intervensi di Pasar Valas, Operasi Pasar Terbuka dan lainnya.

Dijelaskan, Inflasi di Bengkulu berhasil dipertahankan pada level 1,01 persen atau lebih rendah dibandingkan dengan inflasi nasional yang berkisar antara 1,35 persen-2,5 persen. Ini menunjukkan keberhasilan kolaborasi antara pemerintah daerah, bupati, wali kota, dan OPD lingkup Pemprov Bengkulu dalam mengendalikan inflasi di daerah ini.

Keberhasilan Kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah dan stakeholder lainnya menjadi kunci keberhasilan dalam mengendalikan inflasi. Program kedaulatan dan ketahanan pangan yang dimulai dari desa dengan alokasi 20 persen anggaran desa untuk ketahanan pangan menjadi salah satu faktor penting.

Menumbuhkan UMKM melalui berbagai program dan event menjadi salah satu strategi untuk menekan inflasi, Inflasi yang terkendali dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan investasi di daerah. Keberhasilan mengendalikan inflasi dapat mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.

Dengan keberhasilan ini, diharapkan Bengkulu dapat terus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengendalikan inflasi, tambah Wagub Mian

Editor : Usmin

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.