Polri Kerahkan 200 Peserta Perwira  dan Bhabinkamtibmas Cegah Karhutla

oleh -36 Dilihat

Jakarta — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan 200 peserta didik bersama Bhabinkamtibmas untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat Polda prioritas sejak 27 Agustus 2026.

Para peserta didik Polri tersebut diterjunkan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, memetakan wilayah rawan karhutla, membagikan masker, memberikan bantuan kemanusiaan, berkoordinasi dengan berbagai pihak hingga membantu penanganan titik api.
Selain pendekatan edukasi dan pencegahan,

Polri juga mendorong pendekatan sosial dan keagamaan melalui kegiatan Shalat Istisqa serta doa bersama masyarakat di sejumlah wilayah yang terdampak kemarau.

Karo Penmas Polri mengatakan pengerahan peserta didik tersebut merupakan bagian dari upaya Polri melakukan pencegahan karhutla secara cepat dan menyeluruh.

“Karhutla tidak bisa menunggu. Sejak 27 Agustus, para perwira peserta didik sudah bergerak bersama Bhabinkamtibmas dan masyarakat. Mereka tidak menunggu api membesar, tetapi hadir dari hulu untuk mencegahnya,” katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (31/8)/2026.

Di Kalimantan Barat, sebanyak 104 peserta didik diterjunkan ke 14 wilayah Polresta dan Polres jajaran. Mereka terdiri atas 68 mahasiswa S2 Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), tujuh peserta didik Sespimma dan 29 siswa Setukpa.

Hingga saat ini, mereka telah melaksanakan 91 kegiatan yang meliputi 55 kegiatan edukasi, penyuluhan dan sosialisasi dialogis, 16 kegiatan koordinasi lintas sektoral dan pemetaan, 10 kegiatan kemanusiaan dan kesehatan, tujuh kegiatan bantuan fisik dan pemadaman serta tiga kegiatan spiritual dan kultural.

Kegiatan dilakukan dengan mendatangi masyarakat secara langsung atau door-to-door, memberikan edukasi mengenai bahaya pembakaran lahan, membagikan masker, mendistribusikan air bersih, melakukan pemeriksaan kesehatan hingga membantu penanganan titik api.

Di Kabupaten Melawi, kegiatan tersebut juga mendorong deklarasi komitmen masyarakat untuk menghentikan pembakaran hutan secara sengaja selama musim kemarau 2026.

Sementara itu, di Kalimantan Tengah, sebanyak 48 peserta didik diterjunkan ke 14 wilayah Polresta dan Polres jajaran. Mereka telah melaksanakan 27 kegiatan yang terdiri atas 16 kegiatan edukasi, penyuluhan dan imbauan, tujuh kegiatan pemetaan titik panas (hotspot) serta koordinasi lintas instansi dan empat kegiatan bantuan pemadaman.

Di Sumatera Selatan, sebanyak 38 peserta didik diterjunkan ke sembilan wilayah Polres jajaran dan telah melaksanakan 41 kegiatan.

Sebanyak 19 kegiatan di antaranya berupa edukasi, penyuluhan dan imbauan kepada masyarakat melalui kegiatan door-to-door, kelompok tani, rumah ibadah hingga dialog melalui radio.

.Selain itu, personel membagikan masker dan bantuan sembako, memasang poster, membagikan pamflet, melakukan pengecekan hotspot, memeriksa kesiapan peralatan pemadaman serta berkoordinasi dengan BNPB dan TNI.

Di Kalimantan Timur, sebanyak 10 peserta didik diterjunkan ke empat wilayah, yakni Kabupaten Kutai Timur, Kutai Kartanegara, Paser dan Berau.

Sebanyak 16 kegiatan telah dilaksanakan, terdiri atas tujuh kegiatan edukasi dan penyuluhan, tiga kegiatan kemanusiaan dan kesehatan, tiga kegiatan spiritual dan doa bersama serta tiga kegiatan sinergitas antarinstansi dan peningkatan kapasitas personel.

.Dalam kegiatan spiritual, peserta didik bersama pemerintah daerah, TNI dan masyarakat melaksanakan Shalat Istisqa dan doa bersama di Halaman Kantor Bupati Kutai Timur, lingkungan Polres Kutai Kartanegara dan wilayah Berau.

Selain itu, peserta didik memberikan penguatan kepada Bhabinkamtibmas dan fungsi Samapta terkait pemetaan wilayah rawan serta langkah mitigasi karhutla.

Secara keseluruhan, empat Polda tersebut mencatat 175 kegiatan lapangan. Sebanyak 97 kegiatan di antaranya merupakan edukasi, penyuluhan dan sosialisasi langsung kepada masyarakat.

Karo Penmas menegaskan kegiatan pencegahan karhutla akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan kondisi wilayah.

“Ini bukan kegiatan yang berhenti setelah satu atau dua kali penyuluhan. Para peserta didik bersama Bhabinkamtibmas akan terus bergerak menjangkau warga, khususnya di wilayah yang memiliki potensi karhutla,” katanya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, tidak membakar sampah atau daun kering sembarangan serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api.

Polri memastikan upaya pencegahan karhutla dilakukan melalui edukasi dan pembinaan masyarakat yang disertai deteksi dini, pemetaan wilayah rawan, koordinasi lintas sektoral, pemadaman hingga penegakan hukum..

 

Editor   : Usmin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.