Bengkulu Tengah— Kepengurusan baru Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Askab PSSI) Bengkulu Tengah periode 2026-2030 resmi dilantik, Rabu (30/9/2026).
Pembinaan pemain usia dini menjadi salah satu fokus yang didorong untuk memperkuat fondasi sepak bola di daerah itu.
Fepi Suheri dilantik sebagai Ketua Askab PSSI Bengkulu Tengah. Pelantikan berlangsung di Pendopo Bukit Kandis dan dihadiri Wakil Bupati Bengkulu Tengah Tarmizi, Ketua Asprov PSSI Bengkulu AKBP Harry Irawan Sofiandi, jajaran Forkopimda, Ketua KONI Bengkulu Tengah Peri Haryadi, pengurus klub sepak bola, serta sejumlah tamu undangan.
Fepi mengatakan, kepengurusan yang dipimpinnya akan segera menyusun struktur organisasi sekaligus program kerja. Ia berharap dukungan dari pemerintah daerah, PSSI, KONI, klub, sekolah, dan pemangku kepentingan lainnya dapat mempercepat perkembangan sepak bola di Bengkulu Tengah.
”Saya siap memegang amanah dan tanggung jawab ini sebagai Ketua Askab PSSI Bengkulu Tengah. Kami memohon dukungan dan arahan dari seluruh pemangku kepentingan agar ke depan sepak bola di Bengkulu Tengah dapat berkembang lebih baik,” kata Fepi.
Ketua Asprov PSSI Bengkulu AKBP Harry Irawan Sofiandi mengatakan, kepengurusan baru perlu segera menerjemahkan mandat organisasi ke dalam program yang terukur.
Menurut dia, pembinaan pemain usia dini perlu menjadi perhatian karena merupakan dasar untuk mencetak pemain berprestasi pada masa mendatang.
Harry mendorong pembinaan kelompok usia 8, 9, 10, 13, hingga 15 tahun dengan melibatkan sekolah dan klub sepak bola di Bengkulu Tengah.
”Harus ada program nyata, terutama dalam pembinaan usia dini. Kelompok usia tersebut harus menjadi perhatian karena mereka merupakan fondasi bagi lahirnya pemain profesional di masa depan,” ujarnya.
Selain pembinaan usia dini, Askab PSSI Bengkulu Tengah didorong memperkuat kompetisi internal. Kompetisi tersebut dinilai penting untuk memberikan kesempatan kepada pemain muda memperoleh pengalaman bertanding secara berkelanjutan.
Wakil Bupati Bengkulu Tengah Tarmizi mengatakan pemerintah daerah siap mendukung pengembangan olahraga, termasuk sepak bola. Namun, dukungan tersebut perlu diikuti kolaborasi antara pemerintah, PSSI, KONI, klub, sekolah, dan masyarakat.
”Masyarakat dan klub-klub sepak bola menantikan progres dan program nyata dari kepengurusan yang baru. Untuk itu, diperlukan kolaborasi dan gotong royong seluruh pihak,” kata Tarmizi.
Menurut Tarmizi, penguatan pembinaan dan kompetisi di tingkat daerah diharapkan dapat melahirkan klub serta pemain yang mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi.
Pelantikan kepengurusan Askab PSSI Bengkulu Tengah periode 2026-2030 menjadi momentum untuk memperkuat tata kelola organisasi sekaligus membangun sistem pembinaan sepak bola yang berkelanjutan, terutama pada kelompok usia muda.(MC)
Editor : Usmin









