Pemprov Bengkulu Kembangkan Pesan Antikorupsi Berbasis Kearifan Lokal

oleh -13 Dilihat

Bengkulu– Pemerintah Provinsi Bengkulu mendorong penguatan budaya integritas melalui penyusunan materi edukasi antikorupsi berbasis kearifan lokal.

Pendekatan ini diharapkan membuat pesan antikorupsi lebih dekat dengan kehidupan masyarakat dan mendorong penerapan nilai kejujuran serta tanggung jawab dalam keseharian.

Upaya tersebut mengemuka dalam Lokakarya Penulisan Materi Antikorupsi Berbasis Kearifan Lokal bertema “Penguatan Pesan Antikorupsi untuk Membangun Masyarakat Berintegritas Berbasis Kearifan Lokal” di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, Rabu (21/10/2027).

Lokakarya dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu, R.A. Denni.

Dalam sambutannya, Denni mengatakan, pemberantasan korupsi tidak cukup dilakukan melalui penindakan. Upaya pencegahan juga perlu diperkuat melalui perubahan pola pikir, cara bekerja, pengambilan keputusan, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah.

Menurut dia, lokakarya tersebut menjadi salah satu langkah membangun budaya integritas di lingkungan pemerintahan dan masyarakat.

Kearifan lokal dapat menjadi sarana untuk menyampaikan nilai antikorupsi dengan bahasa dan pendekatan yang lebih mudah dipahami.

Denni berharap kegiatan itu menghasilkan materi yang konkret dan dapat dimanfaatkan untuk edukasi publik, bukan sekadar menjadi forum diskusi atau menghasilkan naskah yang tersimpan sebagai dokumen.

“Saya sangat berharap lokakarya ini menghasilkan sesuatu yang konkret. Jangan berhenti pada diskusi, jangan berhenti pada konsep, dan jangan berhenti pada naskah yang hanya tersimpan dalam dokumen,” ujar Denni.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Bengkulu, Meri Sasdi, juga berharap para peserta mengikuti lokakarya dengan serius agar menghasilkan materi edukasi antikorupsi yang berkualitas.

“Saya berharap kegiatan ini dapat menghasilkan materi yang luar biasa. Untuk itu, seluruh peserta diharapkan mengikuti kegiatan dengan serius dan penuh semangat sehingga hasil yang diperoleh juga maksimal,” kata Meri.

Lokakarya tersebut diikuti 25 peserta dari berbagai kalangan penggiat literasi. Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir materi edukasi yang informatif sekaligus mampu menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas dalam kehidupan bermasyarakat.

 

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.