OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid

oleh -23 Dilihat

Jakarta-Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae menegaskan kinerja industri perbankan sampai saat ini masih dalam kondisi solid dan pertumbuhan yang positif.

Mengenai revisi outlook negatif terhadap bank-bank besar di Indonesia, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), oleh lembaga pemeringkat internasional seperti Moody’s dan Fitch, menurut Dian,bukandikarenakanfaktor fundamental kinerja perbankan tersebut.

Revisio utlook terhadap bank-bank besar Indonesia lebih picu perubahan outlook peringkat kredit   sovereign Indonesia dari stabil menjadi negatif, yang turun mempengaruhi persepsi
risiko terhadap sektor perbankian nasional serta pengaruh faktor eksternal
dinamika makroekonomi global.

Sebagaiinformasi, secara umum peringkat lembaga/institusi l/Perusahaan pada suatu negara serta atau lebih rendah dibanding peringkat sovereign d negara tersebut.

“Pada dasarnyakondisiindustriperbankannasionalberadadalamkondisi yang positif, denganpertumbuhankredit pada Januari 2026 sebesar 9,96 persen(yoy) sejalandenganpertumbuhan DPK sebesar 13,48 persen (yoy),” kata Dian, Rabu (25/3/2026).

Selain itu, kualitaskreditterjagadengan NPL sebesar 2,14 persen, permodalan yang kuatsebesar 25,87persen, sertalikuiditas yang ampledenganrasio AL/NCD, AL/DPK dan LCR masing-masing sebesar 121,23 persen, 27,54 persen, dan 197,92 persen,jauh di atasthreshold.

Dari sisi fundamental, kinerja bank-bank besar di Indonesia dan Himbara, saatiniberada pada level yang kuatdenganrasiopermodalan dan likuiditas yang  memadai untuk mengantisipasi berbagai potensirisiko kedepan.
Pertumbuhan kredit Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti(KBMI) 4 dan Himbara mencatatkan pertumbuhan kredit double digit, masing-masing 13,34 persen dan 13,43 persen.

Di sisi pendanaan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) untuk KBMI 4 dan Himbara masing-masing 16,32 persen dan 16,38 persen, yang menunjukkan tingkatke percayaan masyarakat tetap kuat dan kondisi likuiditas berada pada level yang sangat terjaga.

Ketahanan permodalan juga berada pada level yang sangat kuat. Rasio CAR Himbara pada Januari 2026 berada pada level 20,32 persen, sedangkanrasio CAR KBMI 4 pada level 22,33 persen. Hal ini memberikan ruang ekspansi bisnis yang memadai sekaligus menjadi bantalan yang kuat dalam mengatisipasi potensi risiko kedepan.

Dari aspek kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL Gross) berada pada kisaran kurang dari 1 persen hingga 3 persen, dengan Loan at Risk (LaR) tetap terkendali  dan didukung pembentukan cadangan yang memadai.

Hal ini mencerminkan penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang prudent, khususnya dalam menjaga kualitas penyaluran kredit.

Sepanjang 2025, Bank KBMI 4 dan Himbara juga membukukan laba yang baik, mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi, kualitas aset, dan penguatan manajemen risiko.

Di tengah ketidakpastian global,Himbara juga terus menunjukkan kinerja intermediasi yang stabil dan peran strategisnya dalam mendukung pembiayaan sektor riil dan program prioritas pemerintah.

OJK terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan untuk memastikan bank tetap menjalankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang memadai.

Penyesuaian terhadap outlook yang dilakukan pada prinsipnya merupakan penilaian dari lembaga pemeringkat dan tidak secara langsung akan memengaruhi kemampuan bank dalam mengakses sumber pendanaan.

Saat iniperingkatkreditbank KBMI 4 dan Himbaratetappada level investment grade dan didukung oleh fundamental yang kuat.

Selain itu, strukturpendanaanperbankannasional pada umumnya masih didominasi oleh dana pihak ketiga domestik sehingga ketergantungan terhadap pendanaan eksternal, terurma dalam pendanaan internasional, relatifterbatas dan dalam haldiperlukan, perbankan sudah memiliki perhitungan atas kebutuhan tersebut, termasuk perhutungan atas biaya dibandingkanmanfaat yang akan dihasilkan serta opsi-opsi untuk mendapatkan pendanaan tersebut.

OJK menghormatimetodologi dan padangan setiap lembaga pemeringkat internasional serta penyesuaian outlook
ini bersifat sementara dan berpotensi untuk kembali berubah(reversible) seiring dengan membaiknya prospek perekonomian global dan domestik, sertapenguatan fundamental ekonomi, khususnyaindikatorfiskal dan eksternal.

Dengan perkembangan tersebut,outloook peringkat kredit kedepan berpeluang kembali keposisi stabil maupun positif. OJK terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan untuk memastikan bank tetap menjalankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang memadai.

”OJK bersama-samadenganpemangkukepentinganlainnya, terutama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), akan terus mengawal serta menjaga stabilitas sistim keuangan melalui koordinasi kebijakan dan penguatan pengawasan, agar ketahanan sektor perbankan senantiasa tetap terjaga dalam menghadapi dinamika dan pertumbuhan ekpnomi,” tambah Dian.

Editor : Usmin

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.