Bengkulu– Minat calon mahasiswa asing untuk melanjutkan pendidikan di Universitas Bengkulu (Unib) pada tahun akademik 2026/2027 terus menunjukkan peningkatan. Hingga awal Juni 2026, sebanyak 1.666 calon mahasiswa dari 52 negara telah tercatat dalam sistem pendaftaran mahasiswa asing Unib.
Ketua Tim Penerimaan Mahasiswa Asing Unib, Prof. Kamaludin, mengatakan jumlah tersebut masih berpotensi bertambah karena masa pendaftaran dibuka hingga 10 Juli 2026.
“Selanjutnya proses seleksi akan dilaksanakan pada 13 hingga 18 Juli dan pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 27 sampai 31 Juli 2026. Artinya, jumlah peserta seleksi berpotensi terus bertambah karena saat ini saja sudah ada 1.666 orang yang masuk ke sistem pendaftaran,” ujar Kamaludin.
Berdasarkan data pendaftaran sementara, program studi yang paling banyak diminati antara lain Fakultas Kedokteran dan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam masing-masing 82 pendaftar, Fakultas Ekonomi dan Bisnis 55 pendaftar, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan 27 pendaftar, Program Studi Fisika 18 pendaftar, serta Fakultas Hukum 10 pendaftar.
Menghadapi tingginya minat tersebut, Unib bersama Tim Penerimaan Mahasiswa Asing terus mematangkan berbagai persiapan, mulai dari mekanisme seleksi hingga kesiapan layanan pendukung bagi mahasiswa internasional.
Proses seleksi akan dilaksanakan melalui tiga tahapan utama, yakni seleksi administrasi, wawancara, dan induction. Selain itu, universitas juga akan membahas kemungkinan penambahan kuota penerimaan yang sebelumnya ditetapkan sebanyak 50 kursi.
“Kami akan berkoordinasi dengan fakultas dan program studi terkait kemungkinan penambahan daya tampung. Selain itu, skema beasiswa penuh dari universitas, penyediaan asrama, hingga berbagai kebutuhan akomodasi mahasiswa asing juga terus dipersiapkan agar program ini dapat berjalan secara optimal,” kata Kamaludin.
Sementara itu, Rektor Universitas Bengkulu, Indra Cahyadinata, menilai meningkatnya minat mahasiswa asing merupakan hasil berbagai langkah strategis internasionalisasi yang dilakukan kampus dalam beberapa tahun terakhir.
Menurut dia, capaian tersebut sejalan dengan visi Unib untuk menjadi perguruan tinggi yang inklusif, unggul, dan berdaya saing global.
“Ini merupakan buah dari berbagai upaya yang selama ini kita lakukan untuk memperkuat posisi Unib di tingkat internasional. Tingginya minat calon mahasiswa asing menunjukkan bahwa program internasionalisasi yang kita jalankan mulai membuahkan hasil sekaligus menjadi tantangan bagi kita untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan citra Unib di dunia internasional,” ujarnya.
Indra mengatakan pihaknya juga mewacanakan kebijakan penerimaan yang lebih menekankan aspek keberagaman negara asal mahasiswa agar lingkungan akademik menjadi lebih dinamis dan kaya perspektif.
“Lima puluh mahasiswa dari tiga puluh negara tentu akan memberikan dampak yang lebih baik dibandingkan mahasiswa yang berasal dari satu atau dua negara saja.
Karena itu, dalam proses seleksi nanti kita perlu memperhatikan aspek keberagaman negara asal sekaligus menilai motivasi, kemampuan komunikasi, kesiapan akademik, kemampuan adaptasi budaya, serta komitmen studi para calon mahasiswa,” katanya.
Ia menambahkan Program Penerimaan Mahasiswa Asing merupakan bagian dari strategi besar internasionalisasi kampus yang akan terus diperkuat melalui berbagai program kolaboratif, seperti kerja sama akademik internasional, pengembangan riset bersama, pertukaran budaya, dan peningkatan kualitas layanan pendidikan.
“Kami ingin memastikan setiap mahasiswa internasional yang belajar di Unib memperoleh pengalaman akademik dan budaya yang positif sehingga mampu berkembang, berprestasi, dan menjadi bagian dari jejaring global Universitas Bengkulu,” demikian Indra.
Editor : Usmin










