Lampu Surya dan Sapaan dari  Arinkop

oleh -23 Dilihat

PEGUNUNGAN BINTANG -Semja  di Kampung Arinkop, Distrik Kalomdol, Kabupaten Pegunungan Bintang, tak lagi sepenuhnya berarti gelap. Pada Jumat, 2 Oktober 2026, sejumlah personel gabungan datang membawa perangkat lampu tenaga surya. Mereka merakit dan memasangnya di lingkungan kampung.

Kedatangan itu bukan sekadar patroli. Personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz bersama Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 734/SNS, Satgas Kopasgat, dan Polsek Oksibil juga membawa pakaian dan makanan untuk warga, terutama anak-anak.

Lampu bertenaga surya itu sederhana. Namun bagi warga Arinkop, penerangan tersebut punya arti praktis. Ketika matahari tenggelam, cahaya dari panel surya dapat membantu menerangi lingkungan dan menunjang aktivitas warga.

Pemasangan lampu sekaligus menjadi kesempatan bagi personel untuk berlama-lama bersama masyarakat.

Mereka berbincang dengan warga, menyapa anak-anak, dan mendengar cerita tentang kehidupan sehari-hari di kampung itu

Tokoh masyarakat Arinkop, Tedy Kakyamabin, menyambut kegiatan tersebut. Menurut dia, bantuan penerangan dan pakaian memberikan manfaat langsung bagi warga.

“Bantuan lampu dan pakaian ini sangat membantu kami. Kami juga senang karena bapak-bapak datang bertemu langsung dengan masyarakat dan anak-anak.

Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan. Anak-anak tampak menjadi bagian dar suasana itu. Makanan dibagikan percakapan berlangsung, dan jarak personel dengan warga mencair.

Bagi masyarakat, perjumpaan semacam ini bukan hanya soal bantuan. Ada kesempatan untuk menyampaikan kondisi kampung dan kebutuhan mereka secara langsung.

Usai dari Arinkop, personel gabungan melanjutkan patroli di sejumlah titik di Oksibil.

Patroli dilakukan dengan cara yang tidak melulu berorientasi pada pengawasan. Personel menyapa warga dan membuka percakapan di sepanjang perjalanan.

Beberapa lokasi yang dilewati antara lain kawasan Kantor Dinas Pegunungan Bintang, Universitas Okmin Papua, dan Pasar Lama Oksibil. Di tempat-tempat itu, personel memantau situasi sekaligus berkomunikasi dengan masyarakat.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, mengatakan kehadiran personel di tengah masyarakat diupayakan memberikan manfaat yang dapat dirasakan langsung.

Ketika personel hadir di tengah masyarakat, kami ingin kehadiran tersebut dapat memberikan manfaat yang bisa dirasakan secara langsung.

Pemasangan penerangan, berbagi dengan masyarakat dan anak-anak, serta komunikasi secara langsung merupakan bagian dari upaya membangun hubungan yang baik dengan warga.

Faizal mengatakan interaksi dengan warga juga menjadi bagian dari pelaksanaan tugas di wilayah operasi.

Dari komunikasi tersebut, personel dapat mengetahui kondisi masyarakat dan membuka ruang dialog yang lebih luas.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, mengatakan bakti sosial dan patroli dialogis memberi ruang bagi personel untuk mendengar masyarakat.

“Bakti sosial dan patroli dialogis menjadi kesempatan bagi personel untuk bertemu dan mendengarkan masyarakat secara langsung. Kami mendorong personel untuk terus membangun komunikasi yang baik dengan warga, tokoh masyarakat, tokoh adat maupun tokoh agama.”

Menurut Adarma, komunikasi dengan masyarakat merupakan salah satu bagian dari upaya menjaga keamanan di wilayah Pegunungan Bintang.

“Hubungan yang baik akan membantu membangun komunikasi dua arah. Karena itu, kegiatan sambang dan dialog dengan masyarakat akan terus dilakukan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas,” katanya.

Kegiatan di Arinkop dan patroli gabungan itu berlangsung aman dan lancar. Dalam patroli tersebut, personel tidak menemukan aktivitas yang dinilai mengarah pada gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Situasi Oksibil secara umum dilaporkan aman dan terkendali.
Di Arinkop, hasil kegiatan hari itu bukan sesuatu yang besar. Hanya beberapa lampu tenaga surya, pakaian, makanan, dan percakapan singkat dengan warga.

Namun bagi masyarakat kampung, cahaya yang menyala ketika malam datang dan kehadiran orang-orang yang bersedia duduk serta berbicara bersama mereka memiliki arti tersendiri.(***)

 

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.