KONI Bengkulu Terapkan Ssstem Promosi-Degradasi Atlet Menuju PON 2028

oleh -33 Dilihat

Bengkulu – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Bengkulu menerapkan sistem pemantauan dan evaluasi secara berkala terhadap atlet sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Ketua Umum KONI Provinsi Bengkulu Tengku Zulkarnain kepada wartawan, pekan ini mengatakan pemantauan dilakukan sejak proses latihan untuk memastikan setiap atlet menunjukkan perkembangan dan peningkatan prestasi secara terukur.

“Setiap hari ada yang namanya Tim Peninjauan. Tim ini bertugas memantau latihan atlet, persiapan atlet, serta berbagai perkembangan yang berkaitan dengan pembinaan atlet,” ujar Tengku.

Ia menjelaskan Tim Peninjauan tergabung dalam satuan tugas yang melibatkan berbagai unsur, termasuk pihak independen dari Universitas Bengkulu, khususnya Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Penjaskes.

Menurut dia, keterlibatan pihak independen diperlukan untuk memastikan proses pemantauan dan evaluasi berlangsung secara objektif.

“Atlet harus terus berlatih. Setiap hari, setiap minggu, hingga setiap bulan harus terlihat apakah ada progres dan peningkatan prestasi atau tidak,” katanya.

Tengku menegaskan sistem pembinaan yang diterapkan KONI bersifat dinamis. Atlet yang masuk dalam program utama tidak otomatis mempertahankan posisinya apabila tidak menunjukkan perkembangan.

Sebaliknya, atlet yang berada di lapisan bawah berpeluang naik apabila mampu menunjukkan progres dan prestasi yang lebih baik.

“Kalau tidak menunjukkan perkembangan, bisa saja digantikan oleh atlet lain. Bahkan atlet yang sebelumnya berada di lapisan bawah dapat naik apabila menunjukkan progres dan prestasi yang lebih baik,” ujarnya.

Saat ini, terdapat 17 cabang olahraga yang masuk dalam program pembinaan KONI Provinsi Bengkulu. Dengan rata-rata dua hingga tiga atlet pada setiap cabang olahraga, jumlah atlet yang dipantau mencapai sekitar 50 orang.

Pemantauan dilakukan terhadap aktivitas latihan dan perkembangan prestasi atlet sebagai bagian dari upaya menyiapkan atlet yang dinilai memiliki potensi bersaing pada PON 2028.

Tengku mengatakan target prestasi pada PON 2028 tidak dapat dicapai melalui persiapan yang dilakukan secara mendadak. Karena itu, pembinaan harus dimulai sejak sekarang dan dilakukan secara konsisten.

“Kalau ingin mendapatkan prestasi pada 2028, tentu persiapannya tidak bisa dilakukan secara mendadak. Harus dimulai dari sekarang dan dilakukan secara konsisten,” katanya.

Untuk mendukung pembinaan, KONI mengarahkan sumber daya yang dimiliki, termasuk dukungan anggaran dan fasilitas. Atlet dan pelatih yang masuk dalam program pembinaan juga mendapatkan honor setiap bulan.

Namun, dukungan tersebut tetap disertai dengan evaluasi terhadap perkembangan atlet. Jika tidak menunjukkan peningkatan, KONI dapat mengganti atlet tersebut dengan atlet lain yang dinilai lebih memiliki potensi.
“Kalau dalam evaluasi ternyata perkembangan atlet tidak meningkat, maka pembinaannya dapat dievaluasi dan dialihkan kepada atlet lain yang benar-benar menunjukkan kemauan, kerja keras, dan potensi untuk berprestasi,” ujarnya.

Tengku menambahkan KONI berupaya memenuhi kebutuhan pembinaan agar atlet dan pelatih dapat fokus menjalankan tugas masing-masing.

“Pada prinsipnya, seluruh kebutuhan pembinaan difasilitasi oleh KONI. Tugas atlet adalah latihan, tugas pelatih adalah melatih, sedangkan urusan lainnya menjadi tanggung jawab KONI,” tegasnya.

Ia berharap pola pemantauan dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan dapat membuat persiapan atlet Bengkulu menuju PON 2028 lebih terarah, terukur, dan mampu menghasilkan prestasi.

 

Editor : Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.