Bengkulu-Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, Zamhari, mengatakan, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD (B3) di Provinsi Bengkulu berjalan baik sesuai harapan.
Hal itu disampaikan Zamhari dalam dialog interaktif ketika menjelaskan perkembangan pelayanan gizi di seluruh dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, Bengkulu, Jumat (5/12/2025).
Ia mengatakan, hampir seluruh SPPG yang sudah on start menjalankan layanan MBG 3B secara konsisten. Koordinasi antara BKKBN, SPPG, dan Satuan Pelaksana Implementasi (SPI) telah berjalan baik.
“Harapan kita ke depan, jumlah SPPG bertambah di semua wilayah Bengkulu. Karena hari ini kita sedang menciptakan Indonesia Emas, sementara angka stunting kita masih cukup tinggi,” ujarnya.
Menurut Zamhari, stunting dipengaruhi dua faktor besar, yaitu nutrisi dan non-nutrisi seperti kondisi lingkungan. Untuk aspek nutrisi, pemerintah pusat telah menganggarkan pemenuhan makanan siap saji bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, serta baduta. Program MBG 3B ini berbeda dengan intervensi sebelumnya karena bersifat universal.
“Semua warga negara yang masuk kategori 3B wajib dilayani, tanpa memandang status ekonomi. Tidak ada istilah miskin atau kaya. Selama masuk kelompok sasaran dan tersedia SPPG serta pembiayaan, mereka berhak mendapatkan layanan,” tegasnya.
Terkait capaian 2025, Zamhari menjelaskan sasaran MBG 3B masih bersifat variatif karena pada tahap awal pemerintah lebih memfokuskan layanan untuk anak sekolah. Namun berdasarkan data bersama yang diungkap Kepala Balai POM di Bengkulu, Kodon Tarigan menyebut sasarannya sudah mencapai 7.211 penerima manfaat.
Hingga akhir 2025 ini, BKKBN menargetkan minimal 10 persen dari kapasitas SPPG dapat dialokasikan khusus untuk kelompok 3B. Meski demikian, mekanisme pelaksanaan masih adaptif menyesuaikan kondisi di lapangan.
BKKBN juga mengemban dua tugas besar dalam pelaksanaan MBG 3B, yakni menyiapkan data sasaran serta mengawal proses pengantaran makanan. Tidak seperti anak sekolah yang menerima makanan di sekolah, untuk kelompok 3B pendistribusian dilakukan langsung ke rumah.
Zamhari berharap jumlah SPPG terus bertambah agar layanan dapat menjangkau lebih banyak keluarga. “Semakin banyak SPPG, semakin besar peluang kita mempercepat penurunan stunting dan memastikan generasi masa depan mendapatkan nutrisi yang layak,” demikian Kepala BKKBN Bengkulu.
Editor : Usmin









