Kepala BKKBN Bengkulu : Sunting Ancam Fisik dan Masa Depan Anak Bangsa

oleh -236 Dilihat
Plt Kepala BKKBN Bengkulu, Iqbal Apriansyah memberikan sambutan pada acara sosialisasi stunting di Kabupaten Bengkulu Selatan akhir pekan lalu. Acara ini dihadiri anggota Komisi IX DPR-RI dapil Bengkulu, Elva Hartati.(Foto HB/Idris)
Plt Kepala BKKBN Bengkulu, Iqbal Apriansyah memberikan sambutan pada acara sosialisasi stunting di Kabupaten Bengkulu Selatan akhir pekan lalu. Acara ini dihadiri anggota Komisi IX DPR-RI dapil Bengkulu, Elva Hartati.(Foto HB/Idris)

Bengkulu- Plt Kepala Perwakilan BKKBN Bengkulu, Iqbal Apriansyah mengungkapkan stunting merupakan masalah gizi kronis karena kurangnya asupan nutrisi dalam jangka panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan fisik dan perkembangan otak pada anak bersangkutan.

Hal tersebut menyebabkan tinggi badan anak terhambat yang mengakibatkan lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya. Demikian Plt Kepala BKKBN Bengkulu, Iwbal Apriansyah pada acara kampanye percepatan penurunan stunting di Desa Suka Negeri, Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan, Minggu (10/9/2023).

Ia mengatakan, stunting memang bukan penyakit, namun sebuah kondisi kesehatan bayi dua tahun (baduta) yang mengalami gagal pertumbuhan fisik maupun perkembangan otak anak. Kondisi fisik anak terganggu dapat membunuh masa depan anak bangsa.

Mengacu dari besarnya ancaman terhadap pembangunan nasional, pemerintah secara gencar menggaungkan kampanye penurunan stunting di sejumlah daerah provinsi di Tanah Air tidak terkecuali termasuk di Provinsi Bengkulu, dimana angka stunting masih sebesar 19,8 persen (SSGI-2022).

BKKBN Provinsi Bengkulu bersama Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) turun melaksanakan kampanye percepatan penurunan stunting di Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Desa Suka Negeri, Kecamatan Air Nipis, Kabupaten Bengkulu Selatan.

Pada kampanye tersebut hadir Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Bengkulu, M.Iqbal Apriansyah, anggota Komisi IX DPR RI Elva Hartati, Kepala DP3APPKB Bengkulu Selatan Ferry Kusnadi, serta pemerintahan kecamatan dan desa setempat. Kampanye stunting tersebut, dihadiri ratusan kelompok pasangan usia subur (PUS) muda dan remaja dari daerah setempat.

Iqbal menambahkan, sosialisasi bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pencegahan stunting melibatkan 350 orang peserta yang didominasi kelompok umur muda, yaitu PUS dan remaja sebagai kelompok rentan melahirkan generasi stunting.

“Kampanye ini sebagai bentuk komitmen bersama DPR-RI dalam penurunan stunting dan ini harus lebih ditingkatkan kepada segenap lapisan masyarakat agar ikut serta memberikan manfaat dalam pembangunan keluarga,” ujarnya.

Pencegahan stunting harus dimulai dari dalam keluarga, yakni lingkungan keluarga sebagai tempat pendidikan dasar untuk menciptakan generasi yang lebih baik. Sosialisasi ini diharapkann menjadi motivasi bersama untuk meningkatkan kualitas keluarga.

Pada kesempatan tersebut, anggota Komisi IX DPR-RI, Elva Hartati mengharapkan agar masyarakat untuk mengambil peran dalam pencegahan stunting. Yang dapat dilakukan mulai dari kelompok remaja, calon pengantin, ibu hamil dan menyusui.

Dia minta kepada ppara remaja agar menghindari pernikahan usia anak dengan terus mencari ilmu melalui pendidikan formal agar fokus pada sekolah sehingga terhindar dari pernikahan usia anak. Selain pendewasaan usia kawin, media lain pencegahan stunting yaitu dengan pemenuhan gizi sejak janin hingga anak berusia dua tahun.

Hal senada diungkapkan Kepala Dinas DP3APPKB Kabupaten Bengkulu Selatan Ferry Kusnadi. Ia mengatakan, pemerintah daerah setempat menggandeng sejumlah instansi pemerintah, swasta dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama mengambil bagian dalam pencegahan stunting yang sesuai dengan tugas pokok dan fungsi.

“Pemerintah desa bagian dari unsur pemerintahan yang paling depan bersama masyarakat untuk berkolaborasi dalam penurunan stunting baik melalui peran intervensi sensitif dan spesifik oleh pemerintah dapat menggunakan anggaran yang ada di desa. Untuk memberikan dukungan fisik maupun non fisik dalam pencegahan stunting,” ujarnya.(irs)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.