Kejar Pembangun Jembatan Kades Talang Ulu Bengkulu Utara Temui Komisi V DPR RI

oleh -8 Dilihat

Bengkulu– Kepala Desa Talang Ulu, Kecamatan Air Padang, Kabupaten Bengkulu Utara, Ismail S.Sos, temui anggota komisi V DPR RI, Erna Sari Dewi, untuk mendapatkan pembangunan jembatan di daerahnya, Sabtu (11/4/2026).

“Jadi kami sudah bertemu dengan Ibu Erna Sari Dewi, beliau begitu antusias mendengarkan aspirasi dari kami menyoal pembangunan jembatan di desa kami,” kata Ismail, di kantor DPW Nasdem, Provinsi Bengkulu.

Ismail menjelaskan bahwa di desanya saat ini terdapat jembatan sepanjang 25 meter, lebar 1,5 meter hanya bisa dilalui motor. Ia berharap jembatan dibangun selebar tiga meter agar dapat dilalui mobil.

Jembatan inu menghubungkan tiga kecamatan yakni Air Padang, Batiknau, dan Padang Jaya. Jembatan tersebut saat ini dalam kondisi memprihatinkan.

“Jembatan itu juga dimanfaatkan untuk warga membawa hasil panen. Kondisinya rusak, papan jembatan berulang kali kami perbaiki menggunakan Dana Desa (DD). Namun sekarang DD sudah tidak mampu lagi membiayainya karena dialokasikan ke Koperasi Merah Putih,” ujarnya.

Begitu antusianya Erna Sari Dewi, kata Ismail bahkan merencanakan menggelar reses di Desa Talang Ulu.

“Kami bersyukur desa kami dan desa sekitarnya akan dijadikan daerah rencana reses beliau ke depan,” sebutnya.

Sementara itu Erna Sari Dewi, menyatakan akan berjuang di DPR RI untuk menarik dana perbaikan infrastruktur ke Bengkulu.

“Jalan, jembatan di Bengkulu banyak dalam kondisi memprihatinkan. Kami akan berjuang sekuatnya agar infrastruktur Bengkulu diperhatikan,” ungkap Erna.

Pantai Barat Sumatera

Erna juga mengungkapkan dirinya akan membentuk Kaukus Pantai Barat di Pulau Sumatera guna mengejar kesenjangan infrastruktur.

Kaukusi Pantai Barat di Pulau Sumatera ini terdiri dari anggota DPR RI Dapil Bengkulu, Sumatera Barat, Lampung dan Sumatera Selatan.

“Kami akan bentuk kaukus menargetkan mengejar kesenjangan infrastruktur di wilayah Pesisir Barat Sumatera. Terutama Proyek Strategis Nasional (PSN) seperti jalur tol,” ungkap Erna Sari Dewi ditemui di kantor DPW Nasdem Bengkulu, Sabtu (11/4/2026).

Ia menyontohkan, Tol Bengkulu – Taba Penanjung, sepanjang 16,7 kilometer namun belum terkoneksi dengan tol Sumatera.

“Kami tidak ingin infrastruktur tol telah dibangun mahal namun tidak efektif karena belum tersambung dengan tol Pulau Sumatera. Kami akan meminta pemerintah menyegerakan koneksi menuju Sumsel dan Sumatera Barat,” beber dia.

Ia nenyadari, bila dilakukan sendiri gagasan ini sulit terlaksana, karena itu diperlukan kaukus bersama anggota DPR RI komisi V dari provinsi terkait.

Infastruktur Buruk

Ia juga mengkritisi buruknya infrastruktur jalan dan jembatan di wilayah Pesisir Barat Sumatera. Di Kabupaten Bengkulu Tengah ia singgung, ia mendapat informasi ditemukan ibu-ibu meninggal dunia tersapu banjir bah saat menyebrang sungaj membawa hasil bumi sawit.

“Ibu tersebut meninggal tersapu banjir bah beberapa tahun yang lalu karena jembatan tidak ada. Begitupula ditemukan banyak warga sakit di Kabupaten Kaur, harus ditandu karena jalan becek berlumpur,” ungkapnya.

Infrastruktur menjadi tantangan besar di Pulau Sumatera terdapat kesenjangan dibandingkan infrastruktur di Pulau Jawa.

“Support masyarakat, kerjasama kepala daerah dan banyak pihak sangat kami perlukan,” tutupnya.

 

Reporter. :  FIR

Editor.     :  Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.