Bengkulu– Ratusan petani dari Kabupaten Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, dan Seluma mengikuti pelatihan pengembangan SDM Perkebunan tahun 2026.
Pelatihan yang berlangsung selama lima hari tersebut memberikan materi teknik budidaya kelapa sawit serta pemetaan lokasi perkebunan. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian RI, dan DG Learning Institute (DGL) sebagai lembaga pelaksana.
Direktur Utama DGL Learning Institute, M Gema Aliza Putra, du Bengkulu, Senin (10/8/2026) mengatakan, pelatihan dirancang untuk meningkatkan kompetensi petani, baik dari sisi teori maupun keterampilan yang dapat langsung diterapkan di lapangan.
“Target jangka pendeknya adalah materi yang diberikan instruktur benar-benar bermanfaat bagi petani, khususnya di Bengkulu Selatan, Bengkulu Utara, dan Seluma,” kata Gema.
Menurutnya, peserta tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga kemampuan praktis atau hard skill dan soft skill, terutama terkait teknik budidaya serta pemetaan perkebunan.
Pendampingan Terus Berlanjut
Gema menegaskan, proses pembelajaran tidak berhenti setelah pelatihan selesai. DGL akan melakukan monitoring terhadap peserta selama tiga dan enam bulan setelah kegiatan. Monitoring dilakukan secara digital melalui Learning Management System (LMS). Setiap peserta mendapatkan akun untuk mengikuti sekaligus merekam perkembangan proses pembelajaran.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, Binagransyah, mengapresiasi pola pendampingan tersebut. Ia meminta para peserta mengikuti pelatihan secara serius dan penerapkan ilmu yang diperoleh di kebun masing-masing. ““Yang terpenting adalah semangat kita untuk belajar. Ilmu yang kita dapat harus dipelajari, kemudian diterapkan dan dipraktikkan ketika di lapangan,” katanya.
Ia menilai sistem monitoring melalui LMS penting untuk memastikan pelatihan memberikan dampak nyata. “Pelatihan ini tidak hanya selesai setelah kegiatan berakhir. Setelah itu tetap dipantau melalui LMS. Kita bisa melihat apakah ilmu yang diberikan benar-benar diaplikasikan peserta di lapangan,” ujarnya.
Peningkatan Kualitas Sawit Rakyat
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Sri Herlin Despita, mengatakan kelapa sawit merupakan salah satu komoditas unggulan daerah.
Luas perkebunan rakyat kelapa sawit di Bengkulu disebut mencapai lebih dari 330 ribu hektare dengan produksi Crude Palm Oil (CPO) sekitar 1 juta ton per tahun. Namun, menurut Sri, tingginya produksi harus diikuti dengan peningkatan kualitas. “Rata-rata rendemen kelapa sawit kita di Bengkulu masih di bawah 20 persen. Sementara provinsi tetangga sudah lebih dari 22 persen,” katanya.
Perbedaan kualitas tersebut, lanjutnya, turut memengaruhi harga tandan buah segar (TBS) sawit petani Bengkulu yang masih lebih rendah dibandingkan sejumlah provinsi tetangga. “Karena kita belum bisa bersaing dalam kualitas, salah satu dampaknya harga TBS kita lebih rendah dibandingkan provinsi tetangga,” ujarnya.
Karena itu, ia berharap para peserta tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh untuk kebun sendiri, tetapi juga membagikannya kepada anggota kelompok tani dan masyarakat sekitar. “Kami berharap ilmu yang didapat peserta dapat ditularkan kepada anggota kelompok, tetangga, maupun teman. Dengan begitu, kualitas produksi kelapa sawit di Provinsi Bengkulu bisa meningkat,” katanya.
Pemetaan Perkebunan Sawit
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Seluma, Arial Sosial, meminta peserta serius mempelajari teknik pemetaan karena data lokasi dan koordinat perkebunan dapat membantu pemerintah menyusun program secara lebih tepat sasaran.
“Pengetahuan pemetaan ini penting. Kita bisa mengetahui perkebunan yang potensial di masing-masing wilayah. Data itu nantinya dapat digunakan untuk usulan peremajaan sawit, sarana dan prasarana, maupun program lainnya,” ujarnya seraya mengingatkan peserta agar memanfaatkan kesempatan pelatihan secara maksimal.
“Ini pelatihan yang mahal. Bapak-Ibu diberi ilmu dan kesempatan untuk belajar. Karena itu, mari kita jaga dan manfaatkan pelatihan ini sepenuh hati,” kata Arial. Pelatihan tersebut diharapkan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan peserta. Para petani juga didorong menjadi penggerak peningkatan kualitas budidaya sawit di wilayah masing-masing.
Dengan penguatan kompetensi, pendampingan pascapelatihan, serta pemanfaatan teknologi digital, petani Bengkulu diharapkan mampu menerapkan praktik budidaya yang lebih baik, meningkatkan produktivitas dan kualitas sawit, serta pada akhirnya mendorong peningkatan kesejahteraan petani.
Editor : Usmin









