Jembatan Air Matan Resmikan, Gubernur Helmi Hasan MintGubernura Masyarakat  Menjaga Merawat

oleh -16 Dilihat

Bengkulu -Setelah lama dinantikan, Jembatan Air Matan yang menghubungkan Desa Pasar Seluma dan Desa Rawa Indah, Kabupaten Seluma, akhirnya rampung dibangun. Keberadaan jembatan ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan pesisir Seluma.

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Bengkulu dalam mewujudkan pemerataan dan keadilan pembangunan hingga ke pelosok desa.

“Pembangunan ini bukan sekadar membangun jembatan, tetapi membuka akses, mempercepat pelayanan, dan menghadirkan keadilan pembangunan bagi masyarakat. Pemerintah hadir untuk memastikan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman dan nyaman,” ujar Helmi Hasan saat meresmikan Jembatan Air Matan, Jumat (6/2/2026).

Ia menambahkan, seluruh aspirasi masyarakat akan terus diperjuangkan meski realisasinya dilakukan secara bertahap sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku.

“Setiap usulan masyarakat pasti kami upayakan untuk ditindaklanjuti. Namun tentu ada proses yang harus dilalui. Sinergi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama,” katanya.

Gubernur Helmi Hasan juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan yang dibangun dengan anggaran cukup besar tersebut agar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Ini aset bersama. Mari kita jaga. Jika ada kendala di lapangan, silakan sampaikan, bahkan bisa langsung menghubungi saya,” tambahnya.

Sementara itu, Bupati Seluma Teddy Rahman menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu atas pembangunan jembatan yang sangat dibutuhkan masyarakat.

“Terima kasih kepada Gubernur Bengkulu. Jembatan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat. Mari kita pelihara bersama,” ujarnya.

Rekonstruksi Jembatan Beton Provinsi Air Matan yang berada di ruas Jalan Pasar Ngalam–Pasar Talo, Desa Pasar Seluma, didanai melalui hibah rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Tahun Anggaran 2024. Jembatan sepanjang sekitar 100 meter ini dikerjakan sejak Juli 2025 dengan anggaran sebesar Rp16 miliar, menggantikan jembatan lama peninggalan era kolonial Inggris yang rusak parah akibat abrasi laut.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Bengkulu juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada masyarakat, di antaranya alat dan mesin pertanian (alsintan), bantuan Baznas, perlengkapan olahraga, kursi roda, tongkat, serta alat bantu pendengaran.

 

Editor :  Usmin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.